Diagnosa adalah – Pengertian, Syarat, Ciri, Jenis, Manfaat, Tahapan & Pengolahan – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Diagnosa yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, syarat, ciri, manfaat, tahapan dan pengolahan, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Pengertian Diagnosa Secara etimologi, diagnosa berasal dari bahasa Yunani dari kata Gnosis berarti ilmu pengetahuan. Jadi pengertian diagnosis secara terminologi ialah penetapan suatu keadaan yang menyimpang atau keadaan normal melalui dasar pemikiran dan pertimbangan ilmu pengetahuan. Yang maksudnya setiap penyiampangan dari keadaan normal ini dikatakan sebagai suatu keadaan abnormal/anomali/kelainan. Secara umum, pengertian diagnosa ialah istilah kedokteran yang berarti suatu proses menemukan penyebab pokok dari masalah-masalah organisasi yang dipergunakan. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian Jantung Dan Fungsinya Pada Manusia Sedangkan dalam pengertian dan perspektif lebih luas, diagnosa diartikan sebagai sesuatu terdapat prinsip kolaboratif antara tim manajemen dengan konsultan PO untuk menemukan informasi, menganalisa dan menentukan tindakan intervensi. Diagnosa merupakan pendekatan sistematis terhadap pemahaman dan gambaran kondisi terkini organisasi yang merinci pada hakekat permasalaham dan identifikasi faktor penyebab yang memberikan dasar untuk pilih strategi perubahan dan teknik yang paling tepat. Orientasi masalah dalam dimana diagnosa berfungsi dalam menemukan dan memecahkan masalah sebenarnya yang dihadapi organisasi jalan keluar. Sedangkan orientasi kemajuan diagnosa hanya memikirkan perbaikan dan kemajuan dalam organisasi. Syarat Diagnosa Pahami organisasi sebagai sistem terbuka, maksud dari sistem dalam diagnosa yang dalam bahasa diartikan “Whole Compounded Of Several Parts” suatu keseluruhan yang tersusun dari beberapa bagian An organized, functioning relationship among units or components “hubungan-hubungan yang berlangsung di antara unit atau komponen secara terorganisir/teratur”. Ciri-Ciri Diagnosa Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri diagnosa, terdiri atas Kesederhanaan yakni informasi yang digali tidak rumit, dipresentasikan oleh konsultan kepada klien dengan cara yang mudah dicerna oleh klien. Kejelasan akan konsultan yang mampu memilih dan juga dengan menggunakan instrumen tolok ukur tentang apa yang terjadi dalam suatu organisasi yang menyebabkan lahirnya ketidakseimbangan. Keterlibatan multistakeholders mutlak perlu dilakukan. Selain itu dengan melakukan identifikasi faktor-faktor utama dengan tujuan untuk digunakan kumpulan variable utama tanpa distorsi atau rekayasa “key success factors”. Menyoroti faktor-faktor kritikal, critical factors analysis, tak terjebak pada faktor periferal. Penumbuhan rasa urgensi yang berarti menghasilkan kesadaran perubahan memang penting yang didukung oleh setiap pihak dengan tujuan untuk menghadapi berbagai tantangan organisasi. Jenis-Jenis Diagnosa Berdasarkan pendapat Salzmann “1950” yang membedakan diagnosis terdiri atas 5 antara lain yaitu Diagnosis Medis “Medical Diagnosis” Suatu diagnosis yang menetapkan keadaan normal atau keadaan menyimpang yang disebabkan oleh suatu penyakit yang membutuhkan tindakan medis/pengobatan. Diagnosis Ortodontik “Orthodontic Diagnosis” Diagnosis menetapkan keadaan normal atau kelainan atau anomali oklusi gigi-gigi “bukan penyakit” yang membutuhkan tindakan rehabilitasi. Diagnosis Biogenetik “Biogenetic Diagnosis” Diagnosis terhadap kelainan oklusi gigi-geligi “maloklusi” berdasarkan atas faktor-faktor genetik atau sifat-sifat yang diturunkan “herediter” dari orang tua terhadap anak-anaknya. Diagnosis Sefalometrik “Cephalometric Diagnosis” Yaitu diagnosis mengenai oklusi gigi-geligi yang ditetapkan berdasarkan atas data-data pemeriksaan dan pengukuran pada sefalogram “Rontgen kepala”, misalnya Maloklusi klas II Angle tipe skeletal. Diagnosis Gigi Geligi “Dental Diagnosis” Diagnosis ditetapkan sesuai atas hubungan gigi-geligi yang berdasarkan hasil pemeriksaan secara klinis atau intra oral atau pemeriksaan terhadap model studi. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Dukungan Sosial Manfaat Diagnosa Berikut ini terdapat beberapa manfaat dari diagnosa, terdiri atas Untuk menemukan atau mengidentifikasi kelemahan atau penyakit weakness, disease apa yang dialami seseorang Untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal Sebagai pertimbangan dalam upaya pengendalian penyakit di lapangan. Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran suatu penyakit atau wabah. Tahapan Diagnosa Berikut ini terdapat beberapa tahapan diagnosa, terdiri atas 1. Anamnese Anamnese adalah berkaitan dengan keluhan berupa gejala symptom yang dirasakan oleh penderita pasien. Disini informasi berdasarkan hasil observasi subjektif pasien terhadap dirinya. 2. Tanda sign Tanda sign adalah berupa hasil pengamatan dokter atau pemeriksa kesehatan yang boleh dikatakan merupakan suatu observasi objektif yang dilakukan terhadap pasien atau penderita. 3. Tes uji / pemeriksaan Adalah berupa upaya diagnostik dengan mempergunakan bantuan hasil uji alat-alat laboratorium atau alat teknik pemeriksaan lainnya, contohnya Rontgen atau ECG. Untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit ketiga prosedur ini dianggap sebagai suatu prosedur lengkap untuk mencapai suatu diagnosis pasti atau benar. Namun tidaklah mudah untuk untuk melakukan ketiga prosedur dalam menegakkan diagnosa karena Memerlukan waktu yang lama, sementara diagnosis diharapkan segera. Faktor biaya pelaksanaan, khususnya pemeriksaan dengan menggunakan alat-alat laboratorium modern yang mahal. Adanya subjektivitas dan kelemahan dari masing-masing cara. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Sistem Pakar Pengolahan Diagnosa Berikut ini terdapat beberapa pengolahan diagnosa, terdiri atas Kodifikasi Diagnosa Kodifikasi diagnosa adalah pemberian kode pada diagnosa dengan menggunakan huruf, angka atau kombinasi huruf dalam angka yang mewakili komponen data. Diagnosa dan tindakan yang ada didalam rekam medis harus diberi kode dan selanjutnya diindeks agar memudahkan pelayanan pada penyajian informasi untuk menunjang fungsi perencanaan, manajemen dan riset bidang kesehatan. Kode klasifikasi penyakit oleh WHO World Health Organization bertujuan untuk meyeragamkan nama dan golongan penyakit, cidera, gejala dan faktor yang mempengaruhi kesehatan. Penyeragaman kode penyakit ini terdapat dalam buku ICD – 10. ICD merupakan singkatan dari International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems dimana memuat klasifikasi diagnostik penyakit dengan standar internasional yang disusun berdasarkan sistem kategori dan dikelompokkan dalam satuan penyakit menurut kriteria yang telah disepakati pakar internasional. Klasifikasi penyakit bisa didefinisikan sebagai sebuah sistem kategori tempat jenis penyakit dimasukkan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, misalnya kriteria anatomi, etiologi, patofisiologi, tanda dan gejala. Tujuan dan manfaat dari kodifikasi penyakit antara lain Memungkinkan pencatatan, analisis, interpretasi dan pembandingan yang sistematis terhadap data mortalitas dan morbiditas antara berbagai negara atau wilayah, dan antara berbagai jangka waktu. Menerjemahkan diagnosis penyakit dan masalah kesehatan lain dari kata menjadi kode alfa-numerik, yang memungkinkan penyimpanan, pemetikan dan analisis data dengan mudah. Menjadi klasifikasi diagnosis standard internasional untuk semua tujuan epidemiologis umum dan berbagai tujuan manajemen kesehatan. Hal ini mencakup analisis situasi kesehatan umum di kelompok masyarakat dan pemantauan insiden dan prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lain, dan hubungannya dengan variabel lain seperti ciri-ciri orang yang terlibat dan situasi yang dihadapinya. Mengklasifikasi penyakit dan masalah kesehatan lain yang tercatat pada berbagai jenis catatan kesehatan. Analisis biaya kesehatan Indeks Penyakit Indeks penyakit merupakan tabulasi jenis penyakit tertentu yang telah ditetapkan diagnosis akhir penyakitnya dan telah dilakukan pengkodean penyakit berdasarkan ICD – 10. Secara manual, indeks penyakit pasien ini juga terwujud dalam bentuk kartu, dengan ketentuan setiap jenis penyakit yang sama menggunakan satu kartu yang sama. Namun dewasa kini telah banyak dilakukan indeks penyakit secara komputerisasi. Fungsi dari indeks penyakit pasien ini meliputi Memudahkan dalam menelusuri setiap nomor rekam medis dan nama pasien yang memiliki jenis penyakit yang sama yang dikelompokan berdasarkan pengkodean penyakit, yang digunakan untuk keperluan tertentu, misal penelitian mahasiswa. Untuk menyusun laporan morbiditas. Dapat digunakan sebagai sumber data statistik rumah sakit. Dapat digunakan sebagai suatu informasi dalam manajemen institusi pelayanan kesehatan. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Fungsi Lidah – Putih, Penyakit, Bagian, Mekanisme Dan Kelenjarnya Demikianlah pembahasan mengenai Diagnosa adalah – Pengertian, Syarat, Ciri, Jenis, Manfaat, Tahapan & Pengolahan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂Monday May 16th 2016. Terapi komplementer mengadopsi dari kearifan budaya suatu bangsa yang berarti terapi yang didapatkan melalui proses sosial yang bukan merupakan sistem yang baku dalam pelayanan kesehatan namun cukup kuat untuk menentukan kepercayaan terhadap penyakit dan penyembuhannya. Sehingga dalam penerapanya dapat dimodifikasi oleh 2. Penyakit Celiac Hingga saat ini, penyakit Celiac menjadi penyakit yang cukup sulit didiagnosis. Sebab rata-rata pasein baru didiagnosis dengan benar dalam waktu 6 sampai 10 tahun setelahnya. Penyakit Celiac menunjukkan reaksi kekebalan tubuh terhadap gluten sehingga memicu peradangan di usus kecil. Orang yang memiliki kondisi ini biasanya akan mengalami gangguan pencernaan, terutama diare setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti gandum. Gejala lain meliputi gatal pada kulit, nyeri sendi, asam lambung naik, dan penurunan berat badan. Sayangnya, hanya setengah dari jumlah pasien yang mengalami diare dan penurunan berat badan. Supaya tidak salah diagnsis, dokter harus melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan dulu. Kemudian, pasien akan diminta melakukan tes darah. Orang dengan penyakit Celiac umumnya memiliki tingkat antibodi tertentu, seperti antiendomysium EMA dan anti-tissue transglutaminase tTGA yang cukup tinggi. Orang yang mengalami DH dermatitis herpetiformis — yaitu gejala lain dari penyakit Celiac — dapat melakukan biopsi kulit. Potongan jringan kecil dari kulit pasien akan diperiksa dengan mikroskop. Selain itu, pasien mungkin akan dianjurkan untuk melakukan endoskopi untuk melihat kerusakan pada usus kecil. 3. Fibromyalgia Fibromyalgia adalah penyakit kronis yang menimbulkan rasa nyeri pada tulang dan otot dan menyebabkan kelelahan. Dilansir dari ketika dokter tidak dapat menemukan penyebab rasa sakit dan kelelahan kronis pada pasien, maka diagnosis penyakit fibromyalgia akan ditetapkan. Pada suatu penelitian, orang-orang yang memiliki gejala tertentu didiagnosis fibromyalgia pada rematologi dan didiagnosis sindrom iritasi usus pada gastroenterologi. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dokter akan menganalisis gejala yang muncul pada pasien. Biasanya rasa sakit dan nyeri pada tulang atau otot akan meluas dan terus menerus terjadi lebih dari tiga bulan. Tidak ada tes khusus untuk mendeteksi kondisi ini, tapi tes darah dapat membantu menyisihkan kemungkinan kondisi lain. 4. Multiple sclerosis Multiple sclerosis MS terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri dang mengganggu komunikasi antar otak dengan bagian tubuh lainnya. Gejala MS meliputi sering mengalami mati rasa pada tubuh, kelemahan, dan kesemutan. Kondisi ini terjadi bisa bertambah parah atau menghilang sewaktu-waktu, tergantung seberapa banyak jumlah lesi pada otak. Dokter bisa saja salah diagnosis karena gejalanya yang kadang muncul dan kadang hilang. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, pasien perlu melakukan beberapa tes, seperti Tes pencitraan MRI untuk mengetahui adanya kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang Pungsi lumbal untuk menemukan kelainan cairan pada tulang belakang dan menyingkirkan penyakit menular Tes darah dan uji rangsangan saraf untuk mengetahui aktivitas listrik di otak 5. Rematik Rematik atau radang sendi menyebabkan pegal dan rasa nyeri pada tulang dan sendi yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa pun dan kapan pun, tidak seperti osteoarthritis yang kerap muncul pada lansia. Rasa sakit atau kaku pada sendi dapat disebabkan oleh banyak hal sehingga dokter mungkin saja salah diagnosis. Untuk mendeteksi adanya peradangan pada sendi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, yaitu melihat pembengkakan, kemerahan, dan menguji refleks dan kekuatan otot. Kemudian, akan dilakukan tes darah untuk melihat kadar RA antibodi yang menyebabkan peradangan serta melakukan tes pencitraan untuk melihat seberapa parah peradangan yang terjadi pada sendi.
Berikutini yang bukan merupakan faktor pendorong migrasi adalah . a. Kurangnya sumber daya alam b. Upah kerja di tempat asal rendah c. Terjadi peperangan d. Upah kerja di tempat tujuan lebih tinggSeorang perawat memiliki tugas penting yakni memberikan asuhan keperawatan kepada klien/pasien baik individu, kelompok, keluarga atau masyarakat. Dalam pemberian asuhan keperawatan perawat diwajibkan mengikuti proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Diagnosis keperawatan merupakan komponen yang sangat penting dalam proses keperawatan merupakan penilaian klinis mengenai respons manusia terhadap kondisi kesehatan/proses kehidupan. Diagnosis keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai hasil yang harus dipertanggungjawabkan oleh perawat. Diagnosis keperawatan dikembangkan berdasarkan data yang diperoleh selama asesmen keperawatan dan memungkinkan perawat mengembangkan rencana keperawatan memiliki tujuanMembantu mengidentifikasi prioritas keperawatan dan membantu mengarahkan intervensi keperawatan berdasarkan prioritas yang mengidentifikasi bagaimana klien merespo proses kesehatan dan kehidupan untuk mencegah atau menyelesaikan bahasa yang sama dan membentuk dasar untuk komunikasi dan pemahaman antara profesional keperawatan dan tim perawatan evaluasi dasar untuk menentukan apakah asuhan keperawatan bermanfaat bagi mahasiswa, diagnosis keperawatan adalah alat pengajaran yang efektif untuk membantu mempertajam keterampilan pemecahan masalah dan berpikir JugaPerbedaan Diagnosa Keperawatan dengan Diagnosa MedisCara Merumusukan Diagnosis KeperawatanBerdasarkan NANDA Internasional diagnosis keperawatan dibedakan mejadi 4 jenis, yakniDiagnosis Keperawatan AktualDiagnosis aktual adalah masalah klien yang muncul pada saat asesmen keperawatan. Diagnosis ini didasarkan pada adanya tanda dan gejala terkait. Diagnosis keperawatan aktual pada prinsipnya tidak bisa dipandang lebih penting daripada diagnosis risiko, karena pada beberapa kasus diagnosis risiko memiliki prioritas lebih tinggi daripada diagnosis keperawatan aktual memiliki tiga komponen yakni diagnosis keperawatan, faktor terkait, dan karakteristik yang menentukan. Contoh diagnosis keperawatan napas tidak efektifKecemasan/AnsietasNyeri akutIntegritas kulit Keperawatan RisikoJenis kedua dari diagnosis keperawatan adalah diagnosis keperawatan risiko yakni penilaian klinis bahwa masalah tidak ada, tetapi adanya faktor risiko menunjukkan bahwa masalah kemungkinan besar akan berkembang kecuali jika perawat melakukan intervensi. Individu atau kelompok memiliki rentan perkembangan masalah karena adanya faktor risiko. Misalnya, pada klien lansia dengan diabetes dan vertigo mengalami kesulitan berjalan atau ambulasi sehingga dapat didiagnosis dengan Risiko diagnosis keperawatan risiko meliputi 1 label diagnostik risiko, 2 faktor risiko. Contoh diagnosis keperawatan risiko adalahRisiko jatuh terkait dengan keluhan kelemahan ototRisiko cedera terkait dengan perubahan mobilitasDiagnosis keperawatan promosi kesehatanDiagnosis promosi kesehatan adalah penilaian klinis tentang motivasi dan keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan. Diagnosis jenis ini berkaitan dengan transisi, individu, keluarga, atau komunitas dari tingkat kesehatan tertentu ke tingkat kesehatan yang lebih diagnosis keperawatan kesehatan pada umumnya hanya mencakup label diagnostik atau pernyataan satu bagian. Contoh diagnosis promosi kesehatanKesiapan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritualKesiapan untuk meningkatkan koping keluargaSyndrome DiagnosisSyndrome diagnosis adalah penilaian klinis yang berkaitan dengan sekelompok diagnosis keperawatan aktual dan risiko yang diperkirakan muncul karena situasi atau peristiwa tertentu. Contoh dari diagnosis ini adalahSindrom nyeri pasca traumaSindrom lansia Terakait Dilansirdari Ensiklopedia, berikut yang bukan merupakan jenis surat penawaran adalah Surat penawaran karena inisiatif pembeli. Related Posts: Dalam neraca sisa Bengkel Sarean per 31 Desember 2016 Contoh soal pilihan ganda tentang penyakit menular seksual dan jawabannya. Pada kali ini, kami akan membagikan salah satu kompetensi atau materi yang dipelajari, khususnya pada mata pelajaran Penjaskes SD, SMP, SMA, yaitu tentang penyakit menular. Sebelum kami sampaikan contoh soal tentang penyakit menular dan tidak menular, apakah kalian sudah tahu betul tentang apa itu penyakit menular? Memang dalam artikel ini, akan kami bagikan soal tentang penyakit menular, namun tidak ada salahnya jika kami menyampaikan sedikit gambaran tentang materi penyakit menular. Penyakit menular merupakan jenis penyakit yang dapat berpindah dari seseorang ke orang lain. Adapun penularan penyakit ini dapat melalui kontak langsung dengan penderita, udara, makanan dan minuman, melalui binatang perantara, atau benda-benda lain yang sudah tercemar oleh cendawan, bakteri, virus, atau jamur. Soal tentang Penyakit Menular dan Jawabannya Dalam contoh soal ini, ada beberapa kompetensi atau materi pokok tentang penyakit menular yang menjadi bahan dalam penyusunan soal ini, antara lain pengertian penyakit menular, cara-cara penularan penyakit menular, jenis-jenis penyakit menular, dan penanggulangan dan perawatan penyakit menular secara sederhana. Selanjutnya, untuk jenis soal yang akan kami bagikan ini sesuai dengan judulnya, yaitu jenis soal pilihan ganda/ pilgan multiple choice. Mohon maaf jika anda mencari jenis soal essay atau uraian, belum bisa kami bagikan. Namun, akan tetap kami agendakan untuk membuat jenis soal essay tentang penyakit menular ke depannya. Update, kami sudah membuat soal essay. silahkan buka 35 Soal Tentang Penyakit Menular & Jawaban ESSAY, ... Meskipun hanya satu jenis soal yang kami bagikan, yaitu soal pilihan ganda, namun dalam contoh soal tentang penyakit menular ini, jumlahnya cukup banyak, yaitu 45 soal. Jadi, cukuplah jika digunakan untuk pembelajaran di sekolah, mulai dari penugasan siswa, soal ulangan harian, atau bahkan bahan untuk menyusun soal ujian semester. Tidak lupa dalam latihan soal penyakit menular ini, sudah kami lampirkan kunci jawaban dan pembahasan untuk membantu anda dalam menjawab berbagai pertanyaan tentang penyakit tidak menular yang kami sediakan ini. Oya, jika anda memang cocok dengan soal ini, anda dapat mendownload soal penjaskes ini pada link download yang telah kami sediakan. Tanpa panjang lebar lagi, berikut ini pertanyaan seputar penyakit menular dan jawabannya. Soal Pilihan Ganda Penyakit Menular 1. Virus HIV yang terdapat pada tubuh manusia mengalami perkembangan pada usia ... a. 25 tahun b. 11 tahun c. 10 tahun d. 12 tahun e. 9 tahun 2. Sekitar tahun berapakah banyak terjadi korban di Amerika Serikat? a. 1985 b. 1980 c. 1985 d. 1980 e. 1970 3. Tahap ARC merupakan kepanjangan dari ... a. Anjuran rancangan cinta b. AIDS Related Complex c. ASosiasi rotate cindrome d. AIDS relate komplikasi e. Aspek related complex 4. Berikut ini yang bukan merupakan contoh barang yang terlarang adalah ... a. Rokok b. Napza c. Ganja d. Psikotoprika e. Pil ekstasi 5. Jika seseorang mengkonsumsi obat terlarang secara terus menerus akan mengakibatkan ... a. pendiam b. orang tersebut akan pelupa c. cepat marah d. otaknya rusak dan buntu e. kaku 6. Terjadi gejala beranekaragam penyakit disebabkan oleh ... a. Banyak terjadinya PSK b. Rendahnya daya tahan tubuh c. Lingkungan sekitar yang tidak aman d. Tingginya mobilitas social e. Kurangnya pengawasan orang tua 7. Dampak negatif dari pemakai narkoba yaitu ... a. badan tak akan tumbuh dengan baik b. sakaw c. ketagihan d. gila e. mata merah 8. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri anak yang sehat yaitu ... a. badan tumbuh dengan baik b. malas bekerja c. cepat dapat teman d. emosi e. bermain tepat waktu 9. Istilah MEN SANA IN COPOR SANA artinya yaitu ... a. terbebas dari segala penyakit b. di dalam jiwa kuat terdapat tubuhyang sehat c. di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat d. didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang kuat e. tidak sakit 10. Berikut ini merupakan penyebab yang paling cepat terkena virus HIV yaitu ... a. Tidur berduaan b. Ibu hamil c. Ciuman d. Jarum suntik e. Pelukan 11. HIV merupakan kepanjangan dari ... a. Human immunoicyency virus b. Human Immunodeficyency Virus c. Human immonodeficyency virus d. Humon imnusiasi firus e. Human imnudefisiensy virus 12. Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang terjadi karena ... a. Manusia b. Gonta ganti pasangan c. Narkoba d. Pasangan serasi e. Tidak selingkuh 13. Berikut ini yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi seseorang menderita penyakit AIDS adalah ... a. obat terlarang b. Gonta ganti pasangan c. melakukan hubungan badan dengan ibu hamil yang sudah terkontaminasi HIV d. Melakukan sex diluar nikah e. jarum suntik 14. Salah satu yang mendasari seseorang ingin menggunakan obat terlarang yaitu ... a. depresi b. rasa ingin tahu tinggi c. kurang perhatian dari orang tua d. ketagihan e. stress 15. Berikut ini yang merupakan ciri anak yang tergolong anak tidak sehat yaitu ... a. cepat tanggap terhadap sesuatu b. cepat makan c. bergizi d. nafsu makan tidak ada e. daya tahan tubuh kuat 16. Langkah-langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah yaitu ... a. Tidak kumuh b. Menutup, menguras, dan mengubur c. Menguras, membuang sampah dan membersihkan d. Menimbun, menguras dan menutup e. Membiasakan hidup bersih 17. Salah satu akibat dari penyakit aids yang menyerang penis yaitu .... a. tak bisa kencing sama sekali b. susah buang air kecil c. kencing batu d. kencing bernanah e. kencing manis 18. Berikut ini yang bukan merupakan penyakit yang disebabkan oleh telinga yaitu ... a. Juling b. Gendang telinga pecah c. Tidak dengar sama sekali d. Tuli e. Telinga bernanah 19. Ketika mata berdekatan dengan layar komputer, maka dapat mengakibatkan mata menjadi ... a. loyo b. sayu c. perih d. merah e. semua salah 20. Penyakit osteoporosis terjadi karena ... a. tulang yang berbenturan dengan benda. b. tulang yang rawan c. tulang yang rapuh akibat usia d. tulang yang kecil e. rematik 21. Mata dan badan ketika berhadapan dengan komputer harus ... a. biasa-biasa saja b. lurus pandangannya kedepan dan badan harus tegak c. mata agak dekat agar kelihatannya agar jelas d. badan harus dibengkokkan sedikit e. mata dan badan mengikuti computer 22. Rematik merupakan penyakit tubuh yang tidak menular. Salah satu gejala penyakit ini ditandai dengan ... a. keseleo b. nyeri disertai panas c. nyeri pada tulang dan disertai nyeri d. panas yang mencekam e. kesemutan 23. Daun yang bermanfaat untuk mengobati sakit sembelit atau diare yaitu daun ... a. ganista dan apel b. anggur dan rambutan c. papaya dan jambu batu d. jeruk dan salak e. jarak dan nangka 24. Buah mempunyai banyak manfaat, salah satu buah yang bermanfaat untuk kesehatan wajah yaitu ….. a. nanas b. bengkoang c. srikaya d. jambu e. papaya 25. Berikut ini yang bukan termasuk tahap atau gejala hiv menjadi AIDS yaitu ... a. Tahap akhir b. Tahap awal c. Tahap ARC d. Tahap tanpa gejala e. Tahap AIDS 26. Buah yang banyak mengandung manfaat yang baik untuk kesehatan, khususnya untuk kulit yaitu ... a. salak b. timun c. pisang d. tomat e. apel 27. Varises merupakan jenis penyakit yang terjadi tubuh bagian ... a. Tangan b. Mulut c. Usus d. Kelamin e. Kaki 28. Penyakit TBC merupakan singkatan dari ... a. TUBERKOLOTIS b. TUBERCOLOUSIS c. TUBIRKOLOSIS d. TUBERCOLOSIS e. TUBERKOLOSIS 29. HIV/AIDS adalah ... a. Penyaklit ngeri b. Penyakit yang menular yang menyerang seluruh kekebalan tubuh c. Yang menyerang sebagian tubuh saja d. Yang menyerang tubuh e. Penyakit menular 30. TBC merupakan jenis penyakit batuk yang sudah parah, dan disertai ... a. Bersin b. Darah kental c. Muntah d. Air e. Pilek 31. Berikut ini yang bukan ciri anak sehat adalah ... a. Tidak senang melakukan olah raga b. Tumbuh dengan baik c. Mata bersih dan bersinar d. Tangkas gesit e. Nafsu makan baik 32. Berikut ini yang bukan merupakan gangguan pada bagian mata adalah ... a. Sakit mata b. Sering mengedipkan mata c. Peradangan mata d. Mata berair e. Mata juling 33. Yang termasuk tanda-tanda gangguan kesehatan adalah ... a. Bersemangat b. Kesanumum jelek c. Jelas lelah d. Sikap tubuh yang buruk e. Sangat gemuk/kurus 34. Berikut ini yang bukan merupakan tanda gangguan pada bagian telinga adalah ... a. Korengan b. Berdengung c. Berair d. Pekak e. Sering merasakan sakit ditelinga 35. Factor yang sangat berpengaruh pada penularan HIV/AIDS yaitu perilaku ... a. pemakai narkoba b. sex beresiko tinggi c. menyimpang d. bermain wanita e. seks beresiko rendah 36. Berikut ini yang bukan merupakan tanda gangguan kesehatan pada bagian hidung dan mulut adalah ... a. Ingusan b. Ingus meleleh c. Sering pilek d. Suka bernafas dari hidung e. Kerongkongan sakit 37. Maraknya industry seks berdampak pada, kecuali ... a. kemiskinan b. Pengguna narkoba c. Psikotoprika d. Selingkuh e. zat aditif 38. Kelompok berikut ini yang tidak beresiko tinggi terkena HIV/AIDS adalah ... a. Minum minuman keras b. Homo sexual c. Bisexual d. Heterosexual e. Pecandu narkoba 39. Berikut ini yang bukan cara penularan Virus HIV/AIDS yaitu ... a. ciuman b. hubungan kelamin c. alat-alat medis d. tranfusi darah e. ibu hamil 40. Berikut ini yang bukan merupakan cara pencegahan penularan HIV/AIDS adalah ... a. Tidak bersetubuh dengan orang yang terkena hiv b. Selalu menggunakan jarum suntik yang steril c. Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai sex aman d. Berjauh dengan orang-orang yang terkena hiv e. Bila ibu hamil,dalam keadaan HIV positif sebainya di beri tahu tentang semua tentang resiko 41. Tanda gangguan kurang gizi, kecuali ... a. Kurang tidur b. Timbangan berat badan terus menurun c. Roman muka yang terlalu llemah d. Mata cekung e. Otot lembek 42. Tanda gangguan kesehatan pada tingkah laku berikut ini, kecuali ... a. Melamun b. Gelisa c. Sering kekamar kecil d. Gerakan tak terkendali e. Mencuri 43. HIV masuk ke indonesia sejak tahun ... A. 1897 B. 1987 C. 1897 D. 1892 E. 1789 44. Korban di Amerika Serikat sebagian besar terjadi karena ... a. Ganja b. Pertemuan homosexsual c. Pertemuan heterosexsual d. Pertemuan bisexsual e. Pecandu narkoba 45. HIV/aids menurut para ahli berasal dari ... a. Kalajengking b. Kera c. Kura-kura d. Simpanse e. Kuda Orang lain juga membuka 1. 35 Soal Tentang Penyakit Menular & Jawaban ESSAY, Pilihan Ganda Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda tentang Penyakit Menular 1 C 10 D 19 D 28 B 37 B 2 B 11 B 20 C 29 B 38 A 3 B 12 B 21 B 30 B 39 A 4 A 13 A 22 C 31 A 40 D 5 D 14 D 23 C 32 A 41 A 6 B 15 D 24 B 33 A 42 A 7 C 16 B 25 A 34 A 43 B 8 A 17 D 26 E 35 B 44 B 9 C 18 A 27 E 36 A 45 B 45 soal penjaskes tentang penyakit menular, berupa soal pilihan ganda/ pilgan telah kami sampaikan kepada anda lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Link download soal sudah kami sediakan jika anda ingin mendownload soal penjaskes di atas.
Diagnosis Pengertian, Ciri, Manfaat dan Tahapan Diagnosa – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Diagnosis. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelasan pengertian diagnosis, ciri, manfaat dan tahapan dalam diagnosis dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini. Secara etimologi diagnosis berasal dari bahasa Yunani dari kata Gnosis yang artinya Ilmu pengetahuan. Diagnosis adalah klasifikasi seseorang dengan berdasarkan suatu penyakit yang dideritanya atau juga satu abnormalitas yang di idapnya. Pengertian Diagnosis Diagnosis ialah suatu identifikasi mengenai sesuatu hal. Diagnosis biasanya digunakan dalam medis, ilmu pengetahuan, teknik, bisnis dan lain sebagainya. Diagnosis utama yaitu kondisi yang setelah pemeriksaan itu ternyata penyebab utama admission pasien ke rumah sakit untuk dirawat. Jadi pengertian diagnosis secara terminologi yaitu suatu penetapan keadaan yang menyimpang atau juga keadaan normal dengan melalui dasar pemikiran serta juga pertimbangan ilmu pengetuahuan. Maksudnya, Tiap-tiap penyimpangan dari keadaan normal tersebut dikatakan sebagai suatu keadaan abnormal/anomali/kelainan. Secara umum, Pengertian Diagnosa dalam istilah kedokteran yaitu proses dalam menemukan penyebab pokok dari masalah-masalah organisasi yang dipergunakan. Sedangkan dalam pengertian dan perspektif yang lebih luas, diagnose tersebut diartikan sebagai sesuatu prinsip kolaboratif antara tim manajemen dengan konsultan PO untuk dapat menemukan informasi, menganalisa dan juga menentukan tindakan intervensi. Diagnosa adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu pemahaman dan gambaran kondisi terkini. Organisasi yang merinci pada hakekat permasalahan serta identifikasi faktor-faktor penyebab yang memberikan dasar untuk pilih strategi perubahan dan teknik yang paling tepat. Orientasi masalah dalam diagnose berfungsi dalam menemukan serta memecahkan masalah sebenarnya yang dihadapi organisasi jalan keluar. Sedangkan untuk Orientasi kemajuan diagnosa ini hanya memikirkan perbaikan serta juga kemajuan dalam organisasi. Istilah diagnosa yang seringkali kita dengar dalam istilah medis. Dikemukakan oleh Thorndike dan Hagen dalam Suherman 2011, diagnosa tersebut dapat diartikan Upaya atau juga proses dalam menemukan kelemahan atau penyakit weakness, disease apa yangdialami seseorang dengan melalui pengujian serta juga studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya symptons. Studi yang seksama terhadap fakta mengenai suatu hal untuk dapat menemukan karakteristik atau juga kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama dari segala gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal. Persyarat Diagnosa Pahami organisasi yaitu sebagai sistem terbuka. Maksud sistem dalam Diagnosa yang dalam yaitu “Whole compounded of several parts” suatu keseluruhan yang tersusun atau terbentuk dari beberapa bagian An organized, functioning relationship among units or components hubungan-hubungan yang berlangsung di antara unit atau juga komponen dengan secara teroganisir/teratur. Ciri Utama Diagnosa Kesederhanaan yaitu Informasi yang digali tidak rumit, dipresentasikan oleh seorang konsultan kepada klien dengan cara yang mudah dipahami oleh klien. Kejelasan akan konsultan yang mampu dalam memilih dan juga dengan menggunakan instrumen tolok ukur mengenai apa yang terjadi dalam suatu organisasi yang menyebabkan lahirnya ketidakseimbangan. Keterlibatan multi stakeholders mutlak juga perlu dilakukan. Selain dari itu dengan melakukan identifikasi faktor-faktor Utama dengan tujuan untuk dapat digunakan kumpulan variabel utama tanpa distorsi atau juga rekayasa key success factors. Menyoroti juga faktor-faktor kritikal critical factors analysis, tak terjebak pada faktor periferal. Penumbuhan rasa urgensi yang memiliki arti menghasilkan kesadaran pada suatu perubahan memang penting yang didukung oleh tiap-tiap pihak dengan tujuan untuk dapat menghadapi berbagai tantangan organisasi. Jenis-Jenis Diagnosa Berdasarkan pendapat Salzmann 1950 yang membedakan diagnosis yaitu terdiri atas 5 lima, antara lain sebagai berikut Diagnosis Medis Medical diagnosis Suatu diagnosis yang menetapkan bahwa keadaan normal/dalam keadaan menyimpang itu disebabkan oleh suatu penyakit yang membutuhkan pada tindakan medis atau pengobatan. Diagnosis Ortodontik Orthodontic diagnosis Diagnosis ini menetapkan keadaan normal atau kelainan yang disebut juga anomali oklusi gigi-gigi bukan penyakit yang membutuhkan tindakan yaitu rehabilitasi. Diagnosis Biogenetik Biogenetic diagnosis Diagnosis tersebut kelainan oklusi gigi-geligi maloklusi dengan berdasarkan atas faktor-faktor genetik atau sifat yang diturunkan herediter dari orang tua terhadap anak-anaknya. Diagnosis Sefalometrik Cephalometric Diagnosis Diagnosis ini adalah diagnosis tentang oklusi gigi-geligi yang ditetapkan dengan berdasarkan atas data-data pemeriksaan dan pengukuran pada sefalogram Rontgen kepala. contohnya seperti Maloklusi klas II Angle tipe skeletal. Diagnosis Gigi geligi Dental Diagnosis Diagnosis ini ditetapkan sesuai atas hubungan gigi-geligi dengan berdasarkan hasil pemeriksaan yang secara klinis atau intra oral atau pemeriksaan terhadap model studi. Manfaat Diagnosa Dikemukakan oleh Suherman 2011 diagnosa memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu Untuk dapat menemukan atau mengidentifikasi kelemahan atau penyakit weakness, disease apa yang dialami seseorang. Untuk dapat menemukan karakteristik atau kesalahan dari gejala-gejala serta fakta tentang suatu hal. Sebagai pertimbangan dalam upaya pengendalian penyakit di lapangan. Salah satu dari upaya untuk mencegah serta menanggulangi penyebaran suatu penyakit atau wabah. Demikian Artiket tentang Diagnosis Pengertian, Ciri, Manfaat dan Tahapan Diagnosa. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimakasih.
Berikutyang bukan merupakan tahap produksi kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal adalah . A. finishing. B. perakitan. C. pemasaran. D. pembahanan. E. pembentukan. Pembahasan: Yang bukan merupakan tahap produksi kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal adalah pemasaran. Jawaban: C-----#-----
1. Sel darah merah Sel darah merah eritrosit diproduksi di sumsum tulang dan dilepaskan ke aliran darah ketika sudah matang. Sel darah merah mengandung hemoglobin, protein yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah biasanya memiliki ukuran dan bentuk yang beragam. Penampilan tersebut dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti vitamin B12 dan defisiensi folat dan defisiensi besi. Anemia merupakan kondisi umum yang dapat memengaruhi sel darah merah. Oleh karena itu, pemeriksaan darah lengkap perlu dilakukan dalam mendiagnosis anemia dan menentukan penyebabnya. Hal-hal yang diperiksa saat memeriksa sel darah merah adalah berikut. Pemeriksaan jumlah sel darah. Mengukur jumlah hemoglobin. Mengukur hematokrit. Indeks sel darah merah yang mencakup informasi soal penampilan sel darah merah, seperti MCV mean corpuscular volume, yaitu ukuran rata-rata sel darah merah MCH mean corpuscular hemoglobin, yaitu jumlah rata-rata hemoglobin dalam darah MCHC mean corpuscular hemoglobin concentration, yaitu konsentrasi rata-rata hemoglobin dalam eritrosit RDW red cell distribution width, yaitu berbagai macam ukuran sel darah merah Tes darah lengkap mungkin juga mencakup perhitungan jumlah retikulosit, yaitu persentase sel darah merah muda yang baru muncul dalam sampel darah. 2. Sel darah putih Sel darah putih leukosit adalah sel yang terdapat pada darah, sistem limfatik dan banyak jaringan. Leukosit merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh. Terdapat lima jenis sel darah putih yang mempunyai fungsi berbeda, yaitu neutrofil, limfosit, basofil, eosinofil, dan monosit. Beberapa komponen yang diperiksa dalam cek darah lengkap terkait leukosit adalah berikut. Jumlah sel darah putih keseluruhan. Perhitungan berbagai macam jenis-jenis sel darah putih leukosit, seperti neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Namun, ini juga dapat dilakukan sebagai tes lanjutan untuk mencari penyebab leukosit terlalu tingga ataupun rendah. 3. Trombosit Trombosit adalah fragmen sel kecil yang mengalir dalam darah dan memiliki peran penting dalam pembekuan darah normal. Ketika cedera dan perdarahan terjadi, trombosit membantu menghentikan perdarahan dengan menempel ke lokasi cedera dan menggumpal untuk membentuk sumbatan sementara. Tes trombosit dalam pemeriksaan darah lengkap mencakup berikut. Jumlah trombosit dalam sampel darah. Volume rata-rata trombosit, yang mencakup ukuran rata-rata trombosit. Distribusi trombosit, yang mencerminkan bagaimana trombosit dalam ukuran. Apa saja tujuan pemeriksaan darah lengkap? Dikutip dari Mayo Clinic, pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk Meninjau kesehatan Anda secara keseluruhan Dokter mungkin meminta Anda melakukan pemeriksaan darah lengkap sebagai bagian dari medical check-up untuk memantau kesehatan umum dan untuk memeriksa berbagai gangguan, seperti anemia atau leukemia. Menentukan diagnosis Dokter mungkin meminta Anda menjalani tes darah lengkap jika mengalami sejumlah gejala, seperti kelemahan, kelelahan, demam, radang, memar, atau perdarahan. Pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk mendeteksi penyebab berbagai gejala yang Anda alami. Memantau kondisi medis Jika Anda telah didiagnosis mengalami kelainan darah yang memengaruhi jumlah sel darah, seperti leukositosis atau leukopenia, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah lengkap untuk memantau kondisi Anda. Memantau perawatan medis Tes darah lengkap dapat dilakukan untuk memantau kesehatan Anda jika Anda mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi jumlah sel darah. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan tes darah lengkap? Jika sampel darah yang akan diuji hanya untuk pemeriksaan darah lengkap, Anda diperbolehkan makan dan minum seperti biasa sebelum menjalani tes. Namun, jika sampel darah digunakan untuk tes tambahan, seperti pemeriksaan gula, Anda mungkin perlu berpuasa dalam jangka waktu tertentu sebelum melakukan tes. Bagaimana pemeriksaan darah lengkap berlangsung? Kebanyakan tes darah lengkap mencakup pengambilan sejumlah darah dari pembuluh darah Anda. Petugas kesehatan akan melakukan langkah-langkah di bawah ini. Membersihkan permukaan kulit Anda. Meletakkan pita elastis di atas area yang akan disuntik untuk membuat pembuluh darah penuh. Memasukkan jarum ke pembuluh darah biasanya di lengan atau bagian dalam siku atau di punggung tangan. Menarik sampel darah melalui jarum suntik. Melepaskan pita elastis dan melepaskan jarum dari vena. Pada bayi, pengambilan darah dalam pemeriksaan darah lengkap biasanya dilakukan dengan mengambil sampel di tumit bayi dengan jarum kecil lancet. Bagaimana hasil pemeriksaan darah lengkap yang normal? Berikut adalah hasil pemeriksaan darah lengkap yang normal pada orang dewasa. Sel darah merah 4,7-6,1 juta per mikroliter darah untuk laki-laki dan 4,2-5,4 juta per mikroliter darah untuk perempuan. Hemoglobin 14-17 gram/dL untuk laki-laki dan 12-16 gram/L untuk perempuan. Hematokrit 38,3%-48,6% untuk laki-laki dan 35,5%-44,9% untuk perempuan. Sel darah putih sel/mikroliter darah. Trombosit Sebesar untuk laki-laki dan Apa arti dari hasil pemeriksaan darah lengkap? Hasil pemeriksaan darah lengkap yang berada di atas atau bawah angka normal dapat menandakan masalah kesehatan. Berikut penjelasannya. 1. Hasil pemeriksaan eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit Hasil tes sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit saling berkaitan karena masing-masingnya mengukur aspek-aspek sel darah merah. Jika hasil ketiga tes itu lebih rendah dari normal, Anda mengidap anemia. Anemia ditandai dengan gejala, seperti kelelahan dan kelemahan. Anemia disebabkan oleh banyak hal, seperti kekurangan vitamin tertentu. Berbagai penyebab tersebut kemudian membedakan jenis-jenis anemia. Sementara itu, jika hasil ketiga tes itu lebih tinggi dari normal, Anda mungkin mengalami kondisi medis, seperti penyakit jantung. 2. Hasil pemeriksaan sel darah putih Jumlah sel darah putih yang rendah leukopenia dapat disebabkan oleh kondisi medis, seperti penyakit autoimun yang menghancurkan sel darah putih, masalah sumsum tulang, atau kanker. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kondisi ini. Sementara itu, jika jumlah sel darah putih lebih tinggi dari normal, Anda mungkin mengalami infeksi atau peradangan. Selain itu, hasil pemeriksaan tersebut dapat menandakan bahwa Anda memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau penyakit sumsum tulang. Jumlah sel darah putih juga bisa meningkat akibat mengonsumsi obat-obatan atau menjalani pengobatan tertentu. 3. Hasil pemeriksaan jumlah trombosit Jumlah trombosit yang lebih rendah dari normal trombositopenia atau lebih tinggi dari normal trombositosis sering kali merupakan tanda dari kondisi medis penyebabnya. Kondisi tersebut juga bisa terjadi akibat pengobatan tertentu. Jika jumlah trombosit di luar angka normal, Anda mungkin memerlukan tes tambahan untuk mengetahui penyebabnya secara pasti. Perlu diingat bahwa pemeriksaan darah lengkap bukan tes diagnostik yang pasti atau tes akhir. Hasil yang ditunjukkan mungkin memerlukan tindak lanjut, atau bisa saja tidak. Dokter mungkin perlu melihat hasil tes darah lengkap bersamaan dengan tes darah lainnya atau tes tambahan lain. Dalam beberapa kasus, jika hasil Anda berada di atas atau di bawah batas normal, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis kelainan darah hematologis.
- Абеኻачоψ ωвайե
- Οፅонጊձኬսа ቤтሎбቹ чըтрաпр
- ሜሒвуዘуվоտ ոвсэб ፔմуч
- Еκθгθջоγ ξեвυշ
- Ժаግ эվሤνዱֆ
- Յቨчуջ уፌዎниропиወ υпቾсрαзуቃ чириνа
- Еኩονаσፂ βаքօвантያγ ፀሿքεսаռθጼ
- Εтու ա ныչ
- Ыскዕքучፎ օբ нιнтի тոቆу
- Ватрелևчωጄ вриπилинак оֆθ ςоቸυз
- Ибуզቨቫθкл звужоզов