ArticlePDF Available Abstract and FiguresAbstrak- Sistem pintu keamanan di laboratorium biasanya menggunakan kunci konvensional. Departemen Teknik Listrik dan Informatika, Perguruan Tinggi Kejuruan, Universitas Gadjah Mada memiliki 24 laboratorium dan puluhan ruang kelas. Semakin tinggi jumlah laboratorium dan ruang kelas, semakin banyak kunci yang dibutuhkan. Kendala yang dihadapi oleh asisten laboratorium adalah sulitnya menemukan kunci dan kehilangan satu cara mengatasi masalah di atas membuat sistem penguncian pintu otomatis menggunakan sensor sidik jari. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan memfasilitasi akses untuk mengunci ruangan. Sistem ini dibuat menggunakan mikrokontroler sebagai prosesor dan sensor sidik jari. Identitas pengakses laboratorium disimpan dalam memori untuk membuka kunci pintu. Di pintu masuk, pintu kunci magnetik dipasang, yang terhubung ke sistem mikrokontroler. Sistem dapat berjalan seperti yang dimaksudkan dan dapat mendeteksi sidik jari yang tersimpan dalam memori. Sistem dapat mengidentifikasi sidik jari pengguna yang disimpan dalam memori dengan persentase keberhasilan 95% dari total 40 percobaan membuka Kunci Sidik Jari, Kunci Magnetic, Mikrokontroller, Sistem Kunci Pintu, Keamanan Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 84 SISTEM KEAMANAN PINTU LABORATORIUM BERBASIS SENSOR FINGERPRINT DAN MAGNETIC LOCK Ardhi Wicaksono Santoso1,*, Anindita Suryarasmi2, Aditya Alvian Nugroho3 1,2,3 Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia Email 2anindita Abstrak Abstrak- Sistem pintu keamanan di laboratorium biasanya menggunakan kunci konvensional. Departemen Teknik Listrik dan Informatika, Perguruan Tinggi Kejuruan, Universitas Gadjah Mada memiliki 24 laboratorium dan puluhan ruang kelas. Semakin tinggi jumlah laboratorium dan ruang kelas, semakin banyak kunci yang dibutuhkan. Kendala yang dihadapi oleh asisten laboratorium adalah sulitnya menemukan kunci dan kehilangan satu cara mengatasi masalah di atas membuat sistem penguncian pintu otomatis menggunakan sensor sidik jari. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan memfasilitasi akses untuk mengunci ruangan. Sistem ini dibuat menggunakan mikrokontroler sebagai prosesor dan sensor sidik jari. Identitas pengakses laboratorium disimpan dalam memori untuk membuka kunci pintu. Di pintu masuk, pintu kunci magnetik dipasang, yang terhubung ke sistem mikrokontroler. Sistem dapat berjalan seperti yang dimaksudkan dan dapat mendeteksi sidik jari yang tersimpan dalam memori. Sistem dapat mengidentifikasi sidik jari pengguna yang disimpan dalam memori dengan persentase keberhasilan 95% dari total 40 percobaan membuka kunci. Kata Kunci Sidik Jari, Kunci Magnetik, Mikrokontroller, Sistem Kunci Pintu, Keamanan Abstract Abstract- The security door system in the laboratory uses conventional locks. The Department of Electrical and Information Engineering, Vocational College, Universitas Gadjah Mada has 24 laboratories and dozens of classrooms. The higher the number of laboratories and classrooms, the more keys are needed. Obstacles that are problematic by laboratory assistants are difficult to find keys and lose keys. One way to overcome the above problem is to create an automatic door locking system using a fingerprint sensor. This system encourages security and facilitates access to activate the room. This system is made using a microcontroller as a processor and fingerprint sensor. The identity of the laboratory access is opened to unlock the door. At the entrance, a magnetic door lock is installed, which is connected to the microcontroller system. The system can run as successful and can be moved with a finger stored in memory. 95% of the total 40 trials were unlocked. Keywords Fingerprint, Lock Door Systems, Magnetic Lock, Microcontroller, Security I. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin meningkat terutama dibidang elektronika ditandai dengan pesatnya kemajuan yang terjadi dengan diciptakannya peralatan elektronika yang semakin canggih. Banyak keuntungan yang diperoleh dari perkembangan elektronika tersebut, diantaranya adalah semakin mudahnya manusia dalam menyelesaikan suatu masalah atau melakukan sesuatu sehingga waktu, tenaga, dan biaya dapat digunakan dengan lebih hemat namun efektif. Aktivitas yang bersifat rutin sekarang banyak digantikan oleh peralatan-peralatan yang dirancang secara otomatis, yang dapat bekerja menggantikan tenaga manusia. Salah satu penerapan teknologi adalah JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 85 pengembangan aplikasi rumah/ruang pintar smart home/room yang dapat memberikan kenyamanan, keamanan dan efesien bagi pengguna. Penambahan teknologi identifikasi dan pelacakan, sensor-sensor, actuator, dan protokol komunikasi dapat menghasilkan sebuah sistem smartroom/smarthome Atzori, dkk., 2010. Rumah/ruang pintar memiliki sistem otomatis untuk mengendalikan peralatan multimedia untuk memantau dan mengaktifkan sistem keamanan. Rumah/ruang pintar tampak "cerdas" karena adanya sistem komputer yang memonitoring banyak aspek pada kegiatan sehari-hari di rumah/ruangan Bregman, 2010. Rumah pintar yang diintegrasikan dengan Programmable Logic Controller PLC dapat memberi kemudahan dalam mengendalikan alat-alat elektronik, peralatan listrik, dan lampu Triawati dan Firman, 2010. Teknologi smartphone juga dapat digunakan, dengan cara diintegrasikan dengan sistem tertanam dapat menghasilkan inovasi dalam pengendalian peralatan di dalam rumah secara otomatis. Teknologi ini memungkinkan untuk menghasilkan teknologi pengamanan serta otomasi pada proses membuka dan menutup pintu Muhira Dzar Faraby, dkk., 2016. Rumah pintar merupakan tempat tinggal atau hunian yang memanfaatkan jaringan komunikasi yang dihubungkan dengan peralatan listrik untuk mengendalikan dan memonitor secara jarak jauh. Penggunaan teknologi berbasis IP Internet Protocol pada rumah pintar memungkinkan pengguna memantau dan mengelola peralatan rumah tangga lampu. Salah satunya adalah menggunakan perangkat seluler yang terhubung ke Internet Wireless untuk mengakses lingkungan rumah Kusriyanto dan Putra, 2016. Rumah pada umumnya menggunakan kunci manual pada pintu sehingga dapat dikatakan tingkat keamanan rumah relatif rendah. Sistem kemanan pintu menggunakan smartcard berbasis RFID Radio Frequency Identification, diharapkan dapat menjadi alternatif untuk aplikasi kunci elektris pada pintu/ruangan Hanifah, dkk., 2010. Selain RFID, teknologi akses ke dalam sebuah ruangan bisa menggunakan sidik jari. Dengan menggunakan metode ini akan mengatasi seringnya kehilangan kunci dan kesulitan untuk menemukan kunci yang digunakan untuk membuka ruangan, dikarenakan semakin banyak ruang maka semakin banyak kunci yang disediakan Saputra, dkk., 2014. Fingerprint atau sensor sidik jari adalah salah satu perkembangan teknologi yang memiliki keamanan yang cukup tinggi dimana sidik jari merupakan garis yang terdapat pada guratan garis jari tangan yang sering digunakan untuk keperluan pengenalan identitas seseorang yang bisa diakses oleh orang yang sidik jarinya sudah di-input ke dalam Fingerprint Iskandar, dkk., 2017. Sensor Fingerprint adalah sebuah perangkat elektronik yang digunakan untuk menangkap gambar digital dari pola sidik jari, gambar tersebut disebut pemindaian hidup. Pemindaian hidup adalah pemrosesan digital untuk membuat sebuah template biometrik yang disimpan dan digunakan untuk pencocokan Sensor Fingerprint ini memiliki kemampuan pembacaan sidik jari dengan tingkat sensitivitas yang tinggi baik dalam keadaan basah maupun kering. Selain itu alat ini memiliki kecepatan tinggi saat melakukan sistem pemindaian, pencarian dan pembandingan pola sidik jari Saiful, 2016. Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tidak mungkin ada yang menyamainya. Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah perennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik Sinaga dan Tamba, 2013. Pada sistem keamanan yang menggunakan Fingerprint, memiliki tingkat kesulitan lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat kesulitan apabila menggunakan password Hugh, 2011. Departemen Teknik Elektro dan Informatika TEDI, Sekolah Vokasi, UGM adalah salah satu departemen yang mengelola banyak program studi. Departemen ini memiliki sarana dan prasarana kelas serta laboratorium yang banyak untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar. Jumlah layanan laboratotium di departemen ini lebih dari 20 layanan yang terbagi di 2 lokasi. Sehingga perlu pengelolaan dan pengawasan yang baik untuk menjaga kelancaran kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, pada JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 86 naskah ini akan dipaparkan perancangan sistem keamanan pintu berbasis sensor Fingerprint yang diimplementasikan di layanan laboratorium di departemen TEDI, Sekolah Vokasi, UGM. Teknologi ini diharapkan dapat memudahkann pengguna laboratorium dalam membuka pintu ruangan tanpa harus mencari kunci, dan keamanan ruanganpun lebih terjamin karena hanya yang sidik jarinya terdaftar saja. II. METODE Pada bagian ini akan dipaparkan perancangan sistem pengaman pintu berbasis sensor Fingerprint. Sistem terdiri dari empat bagian utama, yaitu bagian masukan input, pemroses, keluaran output dan bagian catu daya. Secara keseluruhan bagian sistem ditunjukkan pada Gambar 1. Pada bagian input terdapat sensor Fingerprint FPM10A yang digunakan sebagai pendeteksi sidik jari. Pendeteksian sidik jari dilakukan secara elektronik kemudian hasil deteksi disimpan dalam bentuk format digital. Data digital dalam bentuk pola fitur jari tersebut kemudian disimpan dalam memori penyimpanan dalam bentuk ID sidik jari. Data ID sidik jari inilah yang kemudian diambil melalui komunikasi serial oleh pemroses sebagai input sistem. Gambar 1. Bagian Sistem Pengaman Pintu Berbasis Sensor Fingerprint Pada sistem yang dirancang pemrosesan dilakukan menggunakan mikrokontroler Arduino Nano. Mikrokontroler ini menggunakan IC ATmega 328 yang memiliki kapasitas flash memory sebesar 32 Mbyte dengan kecepatan clock 16 MHz dengan spesifikasi lainnya ditunjukkan pada Tabel 1. Pada sistem yang dirancang, digunakan pin digital yang berfungsi sebagai input dan output. Pada Gambar 2 ditunjukkan skema pinout dari Arduino Nano secara keseluruhan. Pada sistem pin digital yang digunakan 7 pin digital, 4 pin sebagai input dan 3 pin sebagai output sistem. Pada Tabel 2 ditunjukkan penggunaan pin digital pada Arduino Nano untuk perancangan sistem. Tabel 1. Spesifikasi Arduino Nano Arduino Nano User Manual, 2008 JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 87 Gambar 2. Skema Pinout Arduino Uno Arduino Nano User Manual, 2008 Tabel 2. Penggunaan Pin Digital pada Arduino Nano Pin TX Sensor Fingerprint Pin RX Sensor Fingerprint Input Limit switch Autolock Input Switch Buka Manual Pin D2 dan D3 merupakan pin yang dihubungkan pada sensor Fingerprint. Pin D4 digunakan mmengubah kondisi relay yang terhubung dengan Magnetic Lock untuk mengaktifkan magnet kunci aktif dan menonaktifkan magnet kunci terbuka. Pin D5 digunakan untuk menerima input kondisi limit switch sebagai pengunci otomatis ketika pintu tertutup. Pin D6 digunakan untuk menerima input dari tombol switch untuk membuka pintu secara manual dari dalam Lab. Sedangkan pin D7 dan D8, masing-masing untuk mengaktifkan indikator LED warna merah kunci aktif dan LED warna hijau kunci terbuka. Perangkat keras yang disusun kemudian diantarmuka dengan software melalui pemrograman di Arduino Nano. Pemrograman pada Arduino Nano menggunakan library sebagai antarmuka sensor Fingerprint, alur program pada Arduino Nano ditunjukkan pada Gambar 3. Pertama kali sistem akan menginisialisasi variabel yang digunakan termasuk Library Fingerprint yang digunakan sebagai antarmuka sensor Fingerprint dengan mikrokontroler Arduino Nano. Inisialisasi membuat kondisi LED merah menyala dan Relay aktif yang menyebabkan Magnetic Lock bekerja terkunci dan sistem berada pada posisi Idle. Saat posisi idle sistem akan menunggu input. Input dapat berasal dari tombol manual untuk membuka pintu yang terletak di dalam Lab, ataupun input yang berasal dari data sidik jari yang dideteksi oleh sensor Fingerprint yang berada di luar Lab. Saat ada input dari tombol manual maka Arduino Nano akan mengirimkan sinyal ke relay yang menonaktifkan Magnetic Lock terbuka. Setelah Magnetic Lock terbuka, maka sistem kembali idle, sampai pintu tertutup limit switch terpicu. Saat tombol manual tidak ditekan, maka sistem akan Idle dan menunggu ada input. Saat ada input dari sensor Fingerprint maka sidik jari yang terdeteksi akan dibaca apakah ID sidik jari dikenali terdaftar atau tidak. Apabila sidik jari dikenali, maka Arduino Nano akan mengirimkan sinyal ke relay yang akan menonaktifkan Magnetic Lock terbuka. Magnetic Lock akan otomatis terkunci, apabila pintu tertutup limit switch terpicu. Dari perancangan sistem yang dilakukan, kemudian dilakukan implementasi dan pengujian sistem yang dijelaskan pada bagian Hasil dan Pembahasan. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dipaparkan implementasi sistem dan hasil pengujian sistem yang dirancang. Hal ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja dari sistem yang dirancang. Sistem yang dirancang, diimplementasikan di ruang Laboratorium Instrumentasi Gedung Herman Yohanes, Sekip III, Sekolah Vokasi, UGM. Implementasi Sistem Sistem diimplementasikan pada akses pintu masuk / keluar laboratorium instrumentasi yang berada di dalam ruangan Pintu yang terpasang di ruangan merupakan jenis pintu geser. Pada Gambar 4 ditunjukkan implementasi sistem di sisi luar lab yang terdiri dari sensor Fingerprint yang dilengkapi dengan indikator LED merah penanda pintu terkunci dan LED hijau penanda pintu tidak terkunci. Sedangkan pada Gambar 5 ditunjukkan implementasi sistem di sisi dalam lab yang terdiri dari tombol pembuka kunci secara manual dan juga LED indikator warna merah dan hijau sebagai penanda pintu terkunci atau tidak terkunci. Pada Gambar 4, posisi sensor fingerprint diletakkan di sebelah kiri bagian dilingkari sisi luar pintu Lab, hal ini bertujuan untuk membatasi akses masuk ke Lab. Sedangkan pada Gambar 5 ditunjukkan sisi dalam pintu Lab dan terdapat sebuah tombol bagian dilingkari untuk membuka kunci pintu untuk JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 88 akses keluar dari dalam Lab. Pada sisi pintu di dalam Lab, pintu akan secara otomatis terkunci apabila pintu tertutup. Implementasi dari pengaman pintu dan pengunci pintu ditunjukkan pada Gambar 6. Sistem pengaman pintu dipasang magnetic lock segi empat yang dihubungkan ke dalam sistem. Sistem kunci otomatis dibuat dengan menambahkan limit switch lingkaran atau saklar yang bekerja ketika pintu tertutup sempurna. Tombol buka kunci manual ditambahkan untuk akses keluar dari Lab. Pengujian Sistem Tahap selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap sistem yang diimplementasi. Pengujian dilakukan dengan melakukan percobaan membuka kunci sebanyak 20 kali. Percobaan dilakukan dengan mencoba mevariasikan posisi jari di sensor Fingerprint untuk setiap tangan. Sehingga dilakukan 40 kali percobaan membuka kunci dengan input sensor Fingerprint dari luar Lab seperti ditunjukkan pada Gambar 7. Selanjutnya dilakukan juga 20 kali percobaan membuka kunci menggunakan tombol manual dari dalam Lab seperti ditunjukkan pada Gambar 8 yang bertujuan menguji kinerja sistem. Pada Tabel 3 ditunjukkan pengujian sistem kunci pintu dengan input sidik jari menggunakan ibu jari tangan kanan dan pada Tabel 4 merupakan pengujian menggunakan ibu jari tangan kiri. Berdasarkan data pada Tabel 3 dan 4 terdapat kegagalan dalam mendeteksi sidik jari. Berdasarkan dokumentasi yang dilakukan, Pada Gambar 9 dan 10 ditunjukkan kegagalan membuka kunci dan berdasarkan penempatan jari pada sensor Fingerprint untuk jari tangan kanan dan tangan kiri. Berdasarkan Gambar 9 dan 10 dapat diketahui bahwa tidak sempurnanya posisi jari pada sensor dapat mempengaruhi pembacaan sidik jari. Pengujian selanjutnya adalah menguji tombol kunci manual. Pengujian dilakukan sebanyak 20 kali percobaan membuka kunci. Pada Tabel 5 ditunjukkan hasil percobaan membuka kunci manual. Gambar 3. Flowchart Pemrograman Arduino Nano JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 89 Gambar 4. Implementasi di Sisi Luar Lab Gambar 5. Implementasi di Sisi Dalam Lab Gambar 6. Implementasi saklar manual dan kunci otomatis JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 90 Gambar 7. Pengujian Kunci dengan Input Sidik Jari Gambar 8. Pengujian Kunci Manual Gambar 9. Kegagalan Membuka Kunci pada Jari Tangan Kanan Gambar 10. Kegagalan Membuka Kunci pada Jari Tangan Kiri JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 91 Tabel 3. Pengujian Sistem dengan Ibu Jari Tangan Kanan Tabel 4. Pengujian Sistem dengan Ibu Jari Tangan Kiri Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada pembukaan kunci dengan tombol manual, tombol bisa bekerja dengan maksimal. Dari keseluruhan percobaan dapat diketahui bahwa sistem dapat berfungsi sesuai yang diharapkan. Performa sistem ketika beroperasi menggunakan input sidik jari tangan kanan memiliki tingkat keberhasilan sebesar 95%, 90% ketika menggunakan jari tangan kiri dan 100% ketika beroperasi menggunakan tombol manual. Sehingga secara keseluruhan sistem memiliki rata-rata keberhasilan 95% dan tingkat kegagalan 5 %. Tabel 5. Pengujian Kunci Pengaman dengan Tombol Manual IV. PENUTUP Kesimpulan Sistem keamanan pintu berbasis sensor Fingerprint telah berhasil dirancang dan diimplementasikan pada Lab. Instrumentasi, Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi, UGM. Sensor Fingerprint mampu mendeteksi sidik jari pengguna untuk mengakses pintu Laboratorium. Sistem pengunci dibangun menggunakan Magnetic Lock dengan dilengkapi sistem pengunci otomatis ketika pintu ditutup serta dilengkapi pembuka kunci manual dari sisi dalam Laboratorium. Sistem secara keseluruhan memiliki rata-rata keberhasilan 95% dan tingkat kegagalan 5 % dalam pembacaan sidik jari. Sedangkan pada sistem pembukaan kunci manual memiliki keberhasilan 100%. Saran Pengembangan sistem dengan mengintegrasi dengan jaringan listrik untuk mengatur fungsi JTT Jurnal Teknologi Terapan Volume 6, Nomor 1, Maret 2020 p-ISSN 2477- e-ISSN 2549-1938 92 fasilitas di dalam ruangan untuk mewujudkan konsep smartroom di lingkungan pendidikan. Ucapan Terima Kasih Para penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan pendanaan Skema Penelitian Kompetitif yang diberikan oleh Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. V. DAFTAR PUSTAKA Arduino Nano User Manual, 2008, Retrieved from Atzori, L., Iera, A., Morabito, G., 2010, βThe Internet of Things A surveyβ, Computer Networks, Vol. 5415, pp. 2787-2805. Bregman, D., 2010, βSmart Home Intelligence β The eHome that Learnsβ, International Journal of Smart Home, Vol. 4. pp 35-46 Faraby, M. D., Ishak, Rukiah, Setiawan, 2016, Jurnal Teknologi Terapan, Politeknik Negeri Indramayu, Vol. 2, No. 2 Hanifah, A., Setiawan, I., Darjat, 2010, Aplikasi Smart Card Sebagai Pengunci Elektronis Pada Smart Home, Universitas Diponegoro. Semarang Hugh, W., 2011, Using Fingerprint Authentication to Reduce System Security, Internasional Journal of Advancement in Research and Technology, ISSSN 2375-1207. Iskandar, A., Muhajirin, Lisah, 2017, Sistem Keamanan Pintu Berbasis Arduino Mega. Jurnal Informatika Upgris, Jurusan Teknik Informatika, STMK AKBA. No. 2. Kusriyanto, M. and B. D. Putra, 2016, "Smart home using local area network LAN based arduino mega 2560," 2016 2nd International Conference on Wireless and Telematics ICWT, Yogyakarta, pp. 127-131. Saiful, M. A., 2016, Sistem Pengaman Pintu Rumah Menggunakan Fingerprint Scanner Berbasis Mikrokontroler, Tugas Akhir, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Seputuh Nopember. Saputra, D., Masud, A., H. Ramadhan, M. Fitriani, D., 2014, Akses Kontrol Ruangan Menggunakan Sensor Sidik Jari Berbasis Mikrokontroler ATMEGA328P. Jurnal, Jurusan Teknik Informatika, STMIK Raharja, Tangerang, Banten. Sinaga, T. dan Tamba, T., 2013, Sistem Presensi dengan Metode Sidik Jari Menggunakan Sensor Fingerprint dengan Tampilan PC, Jurnal Saintia Fisika, Universitas Sumatera Utara. Volume. 1 Nomor. 1. Triawati, E. dan Firman A, 2010. Perancangan Smart Home Berbasis Programmable Logic Controller. Universitas Gunadarma, Depok ... Maka dari itu perlu adanya sistem keamanan yang lebih baik untuk meningkatkan keamanan ruangan kampus, oleh karena dari itu Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem keamanan ruangan kampus menjadi lebih baik lagi dengan menggunakan sensor sidik jari fingerprint sebagai pembuka kunci pintu yang hanya dapat membuka pintu pada saat fingerprint membaca pola sidik jari petugas ruangan. Sidik jari adalah garis-garis yang terdapat di kulit ujung jari tangan kanan maupun tangan kiri seseorang Yudhana et al., 2018 Sensor sidik jari atau fingerprint adalah sebuah perangkat elektronik yang digunakan untuk menangkap gambar digital dari pola sidik jari, gambar tersebut disebut pemindaian hidup Santoso, 2020, Sidik jari Fingerprint adalah guratgurat yang terdapat di kulit ujung jari Arifandi, 2020 sensor sidik jari ini akan digabungkan dengan selonoid door lock yang berfungsi sebagai pengunci pintu yang akan terbuka pada saat sidik jari petugas ruangan terbaca oleh fringerprint, sistem keamanan ini akan meningkatkan keamanan pintu dari pada menggunakan kunci konvensional. ...Masrizal MasrizalRidarmin RidarminLis HafridaMuhammad Fahrul RoziyantoABSTRAK Keamanan adalah hal yang sangat terpenting bagi semua orang, keamanan juga memberikan seseorang rasa nyaman untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Berbagai teknologi dikembangkan dalam bidang keamanan salah satu nya adalah keamanan pintu otomatis. keamanan pada pintu bisa diamankan dengan kunci konvensional kampus yang bersifat manual akan tetapi pada kunci konvensional sering kali terjadi kehilangan kunci akibat dari kelalaian pemilik atau pun penggandaan kunci yang menjadi salah satu sasaran tindak kejahatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan prototype Membuka kunci pintu otomatis menggunakan sidik jari fingerprint. Penelitian ini menggunakan metode prototype. Metode prototype pada penelitian ini memiliki lima proses yaitu analisa kebutuhan, desain prototype, perakitan dan pengkodingan prototype. Sehingga diperoleh rancangan prototype Membuka kunci pintu otomatis menggunakan sidik jari fingerprint. Kata kunci Arduino Uno, Prototype, Sidik JariResearchGate has not been able to resolve any references for this publication.
SebuahRumah memiliki 5 pintu. Jika seseorang masuk rumah tersebut kemudian keluar dengan syarat pintu masuk dan pintu keluar tidak boleh sama, maka banyaknya cara yang dapat dilakukan adalah? 9 cara 10 cara 20 cara 25 cara Semua jawaban benar Jawaban: C. 20 cara. Dilansir dari Ensiklopedia, sebuah rumah memiliki 5 pintu. jika seseorang masuk rumah tersebut kemudian keluar dengan syarat pintu masuk dan pintu keluar tidak boleh sama, maka banyaknya cara yang dapat dilakukan adalah 20 cara.
banyakcara seseorang masuk dan keluar (searah) gedung tersebutadalahMenggunakan kaidah pencacahan salahsatu dasar dari permutasi
Pada alat ini akan dibuat sebuah prototype Perancangan Sistem Pengepakan Otomatis Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor Jarak Infra Red. Perancangan sistem pengepakan otomatis ini terdiri dari sebuah konveyor dengan motor DC sebagai penggerak konveyor. Pendeteksian barang memanfaatkan teknologi Arduino uno sebagai mikrokontroler, sensor infra red dan LCD. Ketika barang dideteksi maka sensor infra red akan melakukan pengambilan data. Data yang diambil akan dikirim ke Arduino uno dan ditampilkan ke LCD. Adapun perangkat tambahan berupa Driver motor dan I2C. Seluruh komponen ini dapat bekerja secara otomatis karena di kendalikan oleh arduino uno sebagai pusat pengentrollan. Secara keseluruhan sistem ini terdiri dari perancangan sensor barang, pengendali barang, konveyor, dan catu daya. Tahapan uji coba alat ini meliput, uji rangkaian sensor, uji coba rangkaian driver motor , dan uji coba proses penghitungan barang secara otomatis. Hasil pengujian menunjukan rancang bangun alat sudah dapat bekerja dengan baik dalam melakukan proses penyeleksian dan perhitungan jumlah Kunci Arduino Uno, Sensor Infra Red, Motor DC, LCD, Konveyor. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 PERANCANGAN SISTEM PENGEPAKAN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN SENSOR JARAK INFRA RED Muh. Syarief Hidayat, Luther Pagiling, , Muh. Nadzirin Anshari Nur, Jurusan S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kendari ABSTRAK Pada alat ini akan dibuat sebuah prototype Perancangan Sistem Pengepakan Otomatis Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor Jarak Infra Red. Perancangan sistem pengepakan otomatis ini terdiri dari sebuah konveyor dengan motor DC sebagai penggerak konveyor. Pendeteksian barang memanfaatkan teknologi Arduino uno sebagai mikrokontroler, sensor infra red dan LCD. Ketika barang dideteksi maka sensor infra red akan melakukan pengambilan data. Data yang diambil akan dikirim ke Arduino uno dan ditampilkan ke LCD. Adapun perangkat tambahan berupa Driver motor dan I2C. Seluruh komponen ini dapat bekerja secara otomatis karena di kendalikan oleh arduino uno sebagai pusat pengentrollan. Secara keseluruhan sistem ini terdiri dari perancangan sensor barang, pengendali barang, konveyor, dan catu daya. Tahapan uji coba alat ini meliput, uji rangkaian sensor, uji coba rangkaian driver motor , dan uji coba proses penghitungan barang secara otomatis. Hasil pengujian menunjukan rancang bangun alat sudah dapat bekerja dengan baik dalam melakukan proses penyeleksian dan perhitungan jumlah barang. Kata Kunci Arduino Uno, Sensor Infra Red, Motor DC, LCD, Konveyor. ABSTRACT In this tool a prototype of an Arduino Uno-based Automatic Packing System will be created using Infra Red Distance Sensors. The design of this automatic packing system consists of a conveyor with a DC motor as a conveyor drive. Item detection utilizes Arduino uno technology as a microcontroller, infrared sensor and LCD. When the item is detected, the infrared sensor will take data. The data taken will be sent to Arduino uno and displayed to the LCD. The enhancements are motor drivers and I2C. All of these components can work automatically because it is controlled by Arduino Uno as a control center. Overall this system consists of the design of goods sensors, goods controllers, conveyors, and power supplies. The test phase of this tool covers, tests the sensor circuit, tests the motor driver circuit, and automatically tests the item counting process. The test results show that the design of the tool can work well in the process of selecting and calculating the number of items. Keywords Arduino Uno, Infrared Sensor, DC Motor, LCD, Conveyor. 2 PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan di dalam dunia industri atau perdagangan biasanya adalah bagaimana cara memproses suatu alat dengan cepat, salah satunya yakni proses penghitungan barang. Tidak mungkin atau akan menyusahkan bila, kita memerintahkan manusia menghitung barang yang jumlahnya sampai ratusan atau ribuan, bahkan jutaan . Pada tugas akhir saya ini, saya akan membuat Perancangan sistem pengepakan Otomatis berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor Jarak Infra Red. Yang dimana alat ini akan otomatis menghitung barang yang lewat di depan sensor, yakni sensor jarak infra merah. Di lengkapi juga dengan sistem konveyer sebagai penggerak benda dan tombol reset untuk mengulangi proses perhitungan secara otomatis dimulai dari awal atau angka nol. Alasan yang mendasari saya memilih Perancangan sistem pengepakan Otomatis berbasis arduino uno Menggunakan Sensor Jarak Infra Red sebagai tugas akhir saya tidak jauh berbeda dari penilitian - penilitian terdahulu, yakni membantu dan mempermudah manusia, pekerja atau buruh dalam suatu pabrik, industri maupun suatu instansi perusahaan dalam menghitung suatu benda, barang ataupun produk yang meraka hasilkan atau yang telah mereka produksi dalam jumlah yang besar dengan menggunakan waktu yang lebih efisien serta meminimalisir suatu kesalahan dalam suatu proses perhitungan bila dilakukan dengan cara manual. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah 1. Bagaimana cara merancang rangkaian dari alat pengitung otomatis ini ? 2. Bagaimana cara menganalisis alat penghitung/pencacah otomatis ini ? Tujuan 1. Untuk merancang rangkaian alat pengepakan otomatis ini akan dilakukan penggabungan dari beberapa komponen utama seperti Arduino Uno sebagai mikrokontroller, Sensor Jarak Infra Red, sebuah Potensio 10k, LCD 16x2, dan sebuah system penggerak berupa Konveyor. 2. Untuk menganalisis atau melakukan analisa pada alat penghitung otomatis ini, saya perlu melakukan beberapa langkah - langkah atau tahapan terlebih dahulu dimulai dari melakukan pengumpulan data, menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, memulai perancangan alat baik itu dari proses pemrograman dan perakitan alat, kemudian melakukan pengujian alat, hingga analisa akhir berupa kesimpulan dari hasil akhir perakitan atau pembuatan alat pengepakan otomatis ini. Batasan Masalah Batasan masalah dari pembuatan tugas akhir ini adalah 1. Kesensitifan sensor dalam pendeteksian barang atau benda untuk jarak yang dekat. 2. Konveyor menggunakan motor DC. 3 Manfaat Manfaat yang diperoleh dalam perancangan alat tugas akhir ini adalah sebagai berikut 1. Membuat sebuah sistem penghitung barang yang lebih efisien waktu dan tenaga. 2. Mempermudah pekerja/karyawan dalam satu perusahaan/industri untuk proses pengepakan produk atau barang. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Mesin serupa pernah di buat pada sebuah karya dengan judul Rancang bangun alat pemilah dan penghitung barang dengan menggunakan laser berbasis karya tersebut βProses kerja alat adalah pertama menekan tombol ON-OFF pada rangkaian minsys ATMEGA 16 dan motor terjadi setting atau cek latar untuk membedakan warna hitam dan putih pada cek latar, menaruh benda warna hitam / putih diatas konveyor yang berjalan melewati sensor pendeteksi warna dan jumlah benda. Maka akan secara otomatis sensor laser dan sensor warna dapat membedakan antara warna hitam dan putih dengan menggunakan rangkaian mikrokontroler. Bila benda hitam yang terdeteksi oleh sensor maka benda akan dipindahkan ke bagian kanan oleh lengan robot, sedangkan bila sensor mendeteksi benda berwarna putih maka akan secara otomatis dipindahkan kearah kiri.βC Hadi P dan Nurhayati, 2013, 5. Skripsi ini akan menambahkan beberapa warna yang dideteksi adalah merah, hijau, dan biru. Pemilahan barang / objek menggunakan servo dengan sistem ayun 2 sehingga lebih efisien dalam torque dan ruang. Peletakkan sensor warna pada sebuah tempat yang terlindung, sehingga meminimalisir gangguan cahaya dari luar penghitung barang yang dapat melakukan perhitungan sesuai dengan item warna memiliki komponen inti seperti sensor, prosessor dan juga memiliki kemampuan untuk memilah warna sehingga dapat dijadikan acuan yang tepat untuk dihitung. Processor memiliki kemampuanuntuk mengimplementasikan semua proses yang diharapkan. Proses tersebut adalah menerjemahkan data input dari sensor berupa data ADC, melakukan proses perhitungan, membangkitkan data PWM untuk mengendalikan aktuator dan juga menampilkan data hasil perhitungan pada display. Atmega 32 memiliki fitur, jumlah port dan memori penyimpanan yang besar sehingga Atmega 32 sesuai dengan kebutuhan tersebut. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis mengajukan skripsi dengan judul βAlat Pencacah/Penghitung Otomatis Berbasis Mikrokontroller Dengan Menggunakan Sensor Jarak Infra REDβ. Alasan saya menggunakan sensor jarak βInfra REDβ karena dari beberapa uraian penelitian terdahulu diatas, tidak ada yang menggunakan sensor jarak infra red, maka dari itu saya bertujuan untuk mencoba hal baru sebagai bentuk pengembangan dari alat penghitung otomatis. Adapun untuk keunggulan dari judul alat yang saya ajukan sebagai tugas akhir saya, pada dasarnya semua alat penghitung otomatis baik itu berupa penghitung, buah, benda, barang, mobil, maupun bibit ikan sekalipun, memiliki prinsip kerja atau cara kerja yang tidak jauh berbeda. Namun pada alat yang saya ajukan ini saya mencoba untuk membuat alat penghitung otomatis yang lebih sederhana sehingga mudah di 4 kembangkan dan digunakan baik untuk suatu industri, perusahaan atau instansi kecil, menengah maupun yang berskala dalam artian arsitektur atau bentuk tampilan alat ini tidak menggunakan banyak biaya, sehingga mencoba meminimalisir dalam hal pengeluaran biaya pembuatannya. Namun selain itu dalam perancangan pembuatan alat penghitung otomatis ini yang tergolong sederhana dan murah saya mencoba membuat alat ini dengan tanpa mengurangi efisiensi dan keakuratan alat ini pada saat penerapan atau pengaplikasiannya saat digunakan. Mikrokontroler Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya. Mikrokontroler umumnya terdiri dari CPU Central Processing Unit, memori, I/O tertentu dan unit pendukung seperti Analog-to-Digital Converter ADC yang sudah terintegrasi di dalamnya. Arduino Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat openβ source diturunkan dari Wiring platform dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Gambar Arduino Uno Sensor Jarak Infra Red IR Infra red IR detektor atau sensor infra merah adalah komponen elektronika yang dapat mengidentifikasi cahaya infra merah infra red, IR.Sensor infra merah atau detektor infra merah saat ini ada yang dibuat khusus dalam satu modul dan dinamakan sebagai IR Detector Photomodules. IR Detector Photomodules merupakan sebuah chip detektor inframerah digital yang di dalamnya terdapat fotodiode dan penguat amplifier. Gambar Bentuk dan Konfigurasi Pin IR Detector Photomodules TSOP LCD 16x2 LCD kepanjangan dari Liquid Crystal Display, merupakan jenis penampil yang mepergunakan kristal cair sebagai bahan untuk menampilkan data yang berupa tulisan maupun gambar. Pengaplikasian pada kehidupan sehari β hari yang mudah dijumpai antara lain pada kalkulator, gamebot, televisi, atau pun layar Liquid Crystal Display merupakan komponen elektronika yang digunakan untuk menampilkan suatu karakter, baik itu angka, huruf atau karakter tertentu, sehingga tampilan tersebut dapat dilihat secara LCD sebagai tampilan banyak digunakan karena daya 5 yang dibutuhkan LCD relatif kecil orde mikro watt0. Pin β pin LCD 16Γ2 dan keterangannya Gambar Pin β Pin LCD 16x2 Keterangan 1. GND catu daya 0Vdc 2. VCC catu daya positif 3. Constrate untuk kontras tulisan pada LCD 4. RS atau Register Select β’ High untuk mengirim data β’ Low untuk mengirim instruksi 5. R/W atau Read/Write β’ High mengirim data β’ Low mengirim instruksi β’ Disambungkan dengan LOW untuk pengiriman data ke layar 6. E enable untuk mengontrol ke LCD ketika bernilai LOW, LCD tidak dapat diakses 7. D0 β D7 = Data Bus 0 β 7 8. Backlight + disambungkan ke VCC untuk menyalakan lampu latar 9. Backlight β disambungkan ke GND untuk menyalakan lampu latar Motor DC Motor Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik atau gerakan motion.Motor DC ini juga dapat disebut sebagai Motor Arus namanya, DC Motor memiliki dua terminal dan memerlukan tegangan arus searah atau DC Direct Current untuk dapat Listrik DC ini biasanya digunakan pada perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik Listrik DC atau DC Motor ini menghasilkan sejumlah putaran per menit atau biasanya dikenal dengan istilah RPM Revolutions per minute dan dapat dibuat berputar searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum jam apabila polaritas listrik yang diberikan pada Motor DC tersebut dibalikan. Motor Listrik DC tersedia dalam berbagai ukuran rpm dan bentuk. Kebanyakan Motor Listrik DC memberikan kecepatan rotasi sekitar 3000 rpm hingga 8000 rpm dengan tegangan operasional dari 1,5V hingga 24V. simbol dan bentuk motor DC. 6 Driver Motor Driver Motor adalah modul untuk motor yang memungkinkan Anda mengontrol kecepatan kerja dan arah dua motor secara bersamaan. Driver Motor ini dirancang dan dikembangkan berdasarkan IC adalah IC Driver Motor dengan banyaknya Pin sebanyak dirancang untuk memberikan arus penggerak bidirectional pada tegangan dari 5V sampai 36V. Gambar. Konstruksi pin driver motor DC IC l293D Adapun Fungsi dari Pin Driver Motor DC IC L293Dadalah β’ Pin EN Enable, berfungsi untuk mengijinkan driver menerima perintah untuk menggerakan motor DC. β’ Pin In Input, 1A, 2A, 3A, 4A adalah pin input sinyal kendali motor DC β’ Pin Out Output, 1Y, 2Y, 3Y, 4Y adalah jalur output masing-masing driver yang dihubungkan ke motor DC β’ Pin VCC VCC1, VCC2 adalah jalur input tegangan sumber driver motor DC, dimana VCC1 adalah jalur input sumber tegangan rangkaian kontrol dirver dan VCC2 adalah jalur input sumber tegangan untuk motor DC yang dikendalikan. β’ Pin GND Ground adalah jalu yang harus dihubungkan ke ground, pin GND ini ada 4 buah yang berdekatan dan dapat dihubungkan ke sebuah pendingin kecil. I2C Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didisain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Gambar bentuk fisik I2C Catu Daya Catu Daya atau sering disebut dengan Power Supply adalah sebuah piranti yang berguna sebagai sumber listrik untuk piranti lain. Pada dasarnya Catu Daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa Catu Daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain. Daya untuk menjalankan peralatan elektronik dapat diperoleh dari berbagai sumber. Gambar. Blok Diagram Blok DC Power Supply 7 METODE PENELITIAN Tahapan Penelitian Sebelum melakukan sebuah penelitian perlu dibuat sebuah susunan tahapan-tahapan penelitian. Adapun susunan atau tahapan penelitian tersebut mempunyai fungsi untuk menetapkan langkah-langkah yang tepat agar penelitian dapat berjalan secara terstruktur dan dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan pada saat penelitian berlangsung, misalnya kesalahan dalam teori penerapan, penyusunan anggaran alat dan bahan yang diperlukan pada penelitian tersebut. Berikuttahapan-tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini diperlihatkan pada gambar Gambar Flowchart Tahapan Penelitian Perancangan Sistem Blok Diagram Gambar Blok Diagram Alat Cara kerja dari prototype alat pengepakan otomatis ini adalah alat ini akan menghitung secara otomatis setiap benda yang melintas atau melewati sensor jarak infra red, yang dimana sensor jarak tersebut diletakkan disalah satu sudut konveyor. Konveyor disini berfungsi sebagai alat penggerak benda yang secara otomatis akan membawa benda menuju sensor jarak, agar benda tersebut dapat terdeteksi atau terbaca oleh sensor jarak infra red. Alat ini mengguakan sumber tegangan 12v dari sebuah adaptor untuk mengaktifkan proses kerja dari sistem mikrokontroller, dan disisni saya menggunakan Arduino sebagai sistem mikrokontroller pada perancangan sistem pengepakan otomatis menggunakan sensor jarak infra red berbasis Arduino uno yang akan saya buat. Alur Prinsip Kerja Alat Perancangan sistem pengepakan otomatis berbasis arduino uno menggunakan sensor jarak infra red ini memiliki alur prinsip kerja yang tergolong sederhana atau tidak tergolong rumit. Alat ini menggabungkan beberapa komponen 8 utama seperti sensor jarak infra red, potensio 10k, LCD 16x2 dan lain-lain. Berikut adalah contoh gambar sketsa alur prinsip kerja Alat penghitung/pencacah otomatis menggunakan sensor jarak infra red berbasis mikro kontroller. Gambar SketsaAlur Prinsip Kerja Alat HASIL DAN ANALISA Perancangan Sistem Gambar Blok Diagram Sistem Penjelasan mengenai proses kerja dari gambar blok diagram diatas tentang perancangan sistem pengepakan otomatis berbasis arduino uno menggunakan sensor jarak infra red adalah sebagai berikut. Prinsip kerja dari prototipe alat perancangan sistem pengepakan otomatis ini adalah alat ini akan menghitung secara otomatis setiap benda yang melintas atau melewati sensor jarak infra red, yang dimana sensor jarak tersebut diletakkan disalah satu sudut konveyor. Konveyor disini berfungsi sebagai alat penggerak benda yang secara otomatis akan membawa benda menuju sensor jarak, agar benda tersebut dapat terdeteksi atau terbaca oleh sensor jarak infra red. Alat ini mengguakan sumber tegangan 12v dari sebuah adaptor untuk mengaktifkan proses kerja dari sistem mikrokontroller, dan disisni saya menggunakan Arduino sebagai sistem mikrokontroller pada alat penghitung otomatis menggunakan sensor jarak infra red berbasis Arduino uno yang akan saya buat. Perancangan Alat Pada perancangan alat sistem pengepakan otomatis ini, dilakukan penggabungan dari beberapa komponen utama seperti Aduino uno sebagai pusat pengontrollan, sensor jarak sebagai pembaca atau penghitung barang/benda, tombol reset untuk merestart penghitungan kembali ke awal, Driver motor untuk mengatur proses putaran motor DC pada konveyor dan LCD 16x2 sebagai tampilan dari proses penghitungan barang/benda. Dan untuk sumber tegangan menggunakan adaptor 12v. Gambar Skema Perancangan Alat. 9 Flowchart Software Gambar Flowchart Alur Kerja Program Arduino Pengujian Sistem Pengujian Kesensitifan Sensor Jarak Infra Red Sensor jarak Infra Red memiliki kesensitifan jarak yang tidak terlalu besar. Untuk mengatur kepekaan sensor bisa memutar potensio VR1 pada rangkain sensor. Untuk prototype perancangan sistem pengepakan otomatis berbasis arduino uno menggunakan sensor jarak infra red yang saya rancang, sensor jarak infra red yang saya gunakan memiliki kesensitifan dalam pembacaan data untuk jarak lingkup yang kecil. Dimana jarak maksimal pembacaan sensor infra red yang saya gunakan sebesar 15cm. Gambar Rangkaian Sensor Jarak Infra Red pada Arduino uno Komunikasi Serial Sebelum memberikan program perlu diatur konfigurasi pin kedua modul yaitu dengan menghubungkan pin 2 Arduino uno ke pin OUT sensor jarak infra red, pin VCC arduino uno ke pin VCC sensor jarak infra red, begitu pula pin GND Arduino uno ke pin GND sensor jarak infra red. Setelah itu kita upload program tersebut ke board arduino dan kemudian lihat LCD untuk memastikan apakah perintah yang telah diberikan berhasil menghubungkan kedua board tersebut, jika pengujian berhasil maka pada LCD akan tampil seperti pada gambar dibawah ini. Gambar Tampilan awal LCD sebelum Penghitungan 10 Setelah semua rangkaian sudah di pastikan terhubung dengan baik, maka proses penghitungan benda sudah bisa untuk dimulai. Apabila benda sudah terdeteksi oleh sensor infra red, maka akan terjadi proses penghitungan dan tampilan pada LCD 16x2 akan beubah, seperti gambar di bawah ini. Gambar Tampilan LCD pada saat penghitungan Gambar Tampilan LCD saat penghitungan telah mencapai 1 Lusin Setelah penghitungan telah mencapai satu lusin maka konveyor akan berhenti sejenak untuk melakukan proses pengepakkan pada benda yang telah dihitung secara otomatis tadi oleh sensor jarak infra red. Kemudian arduino uno akan merestart penghitungan ke awal kembali untuk memulai proses penghitungan menuju ke lusin selanjutnya. Analisa Data Analisa Jarak Benda Terhadap Pembacaan Sensor Jarak Infra Red. Hasil dari analisa jarak benda terhadap pembacaan sensor jarak infra red mengenai kesensitifan sensor dan kemungkinan terjadinya error saat proses pembacaan atau penghitungan benda akan di buat dalam bentuk tabel. Berikut tabel analisa jarak benda terhadap pembacaan sensor jarak infra red. Tabel. Tabel Analisa Jarak Benda Terhadap Pembacaan Sensor Jarak Infra Red. Kesensitifan Sensor Waktu m/s Gambar Grafik Analisa Jarak Benda Terhadap Pembacaan Sensor Jarak Infra Red. & Waktu m/sJarak &Waktum/s 11 Analisa Time Chart Untuk melakukan analisa pada perancangan sistem pengepakan otomatis berbasis arduino uno menggunakan sensor jarak infra red ini dapat dilakukan dengan cara membuat time chart, sebagai berikut Gambar Analisis Time Chart Berdasarkan dari gambar time chart diatas dapat dibaca atau disumpulkan bahwa, proses pengepakan dimulai dari proses penghitungan barang atau benda . proses penghitungan benda dibatasi sampai pada hitungan satu lusin, yang dimana bila hitungan benda telah mencapai satu lusin, maka konveyor akan berhenti sejenak dan proses delay akan terjadi. Pada prototipe perancangan sistem pengepakan otomatis berbasis arduino uno menggunakan sensor jarak infra red ini, saya menjadikan hitungan benda ke empat sebagai akhir hitungan, atau dengan kata lain, bila total benda telah mencapai empat buah benda, maka hitungan telah sampai pada lusin pertama. Dikarenakan untuk lebih mengefisienkan waktu pada saat pengujian alat berlangsung nantinya. Setelah proses penghitungan barang lusin pertama selesai, maka konveyor akan berhenti, sehingga proses penghitungan barang yang secara otomatis juga ikut brthenti. Disaat inilah proses delay bekerja untuk beberapa saat, dimana sesuai dengan waktu delay yang telah ditentukan. Setelah waktu delay berakhir maka konveyor akan kembali bekerja dan proses penghitungan benda dimulai kembali. Penghitungan benda kembali dimulai pada bilangan awal penghitungan benda untuk menuju penghitungan benda ke lusin berikutnya. PEUTUP Kesimpulan Dari sistem perancangan alat pengepakan otomatis berbasis Arduino uno menggunakan sensor jarak infra red ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut 1. Untuk merancang rangkaian alat pengepakan otomatis ini akan dilakukan penggabungan dari beberapa komponen utama seperti Arduino Uno sebagai mikrokontroller, Sensor Jarak Infra Red, sebuah Potensio 10k, LCD 16x2, dan sebuah system penggerak berupa Konveyor. 2. Untuk menganalisis atat penghitung otomatis ini, maka dilakukan analisa jarak benda terhadap pembacaan sensor jarak infra red, serta analisa pada sensor jarak infra red, motor DC yang dimana berfungsi sebgai konveyor dan proses delay pada target akhir penghitungan benda yang dibuat dalam bentuk time chart Saran Untuk penggunaan catu daya pilihlah adaptor yang mempunyai 12 tegangan dan arus yang cukup memadai sesuai jumlah beban rangkaian yang buat agar kinerja sistem maksimal. Pengembangan selanjutnya diharapkan dapat menyempurnakan penelitian ini sehingga dapat dioperasikan jauh lebih baik lagi dan mudah untuk diterapkan pada masyarakat DAFTAR PUSTAKA [1] Mokh. Sholihul Hadi, Mengenal Mikrokontroler ATMega 16, Ilmu 2003. [2] Fauzi Alfiandi, Rancang Bangun Alat Deteksi Benda Bergerak menggunakan Sensor Ultrasonik, Jurusan Teknik Fisika FTI ITS, 2010. [3] Handayani, Dwi, Sistem Otomatisasi Penghitung Jumlah Barang berdasarkan Ukuran Tinggi berbasis Mikrokontroller AT89S51., Universitas Gunadarma, 2012. [4] Sumanto, Mesin Arus Searah, Penerbit Andi Offset, 1994. [5] Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, Gramedia, 1988. [6] Andrianto Heri 2008, Pemrograman Mikrokontroller AVR Atmega 16 [7] Budiharo, Widodo. 2005. Perancangan Sistem dan Aplikasi Mikrokontroler. Elex Media Komputindo. Jakarta. [8] Boylestad, Robert dan Nashelsky, Louis. 1992. Electronic Devices and Circuit Theory. Prentice Hall International. New Jersey [9] Dyah Nur'ainingsih,Irwan Tri Handoyo, Sistem Kendali Conveyor Otomatis Berbasis Mikrokontroller AT89S51,Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadanna [10] Miftahudin, A. 2007. Simulator Penghitung Jumlah Orang pada Pintu Masuk dan Keluar Gedung. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Semarang, Indonesia [11] Raka Agung, I. G. A. P., Susanto, I. M. I. 2012. Rancangbangun Prototipe Penghitung Jumlah Orang dalam Ruangan Terpadu berbasis Mikrokontroler ATMega328P. Jurnal Teknologi Elektro 111 41-49. [12] Sinukun, R. S., Hardi, S., Purnomo, M. H. 2014. Identifikasi Jumlah Citra Nener menggunakan Metode Blob. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi SNAST Yogyakarta 2014 99- 104 [13] Seniatussa'adah. 2008. Otomatisasi Size Grading Benih Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Indonesia. ... Mikrokontroler adalah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik serta dapat menyimpan program didalamnya [4]. Dimana didalamnya terdapat mikroprosesor, ROM Read Onli Memory, dan memori serbaguna RAM Random Acses Memory. ...Nilam KusumawatiRahmat InggiTujuan penelitian untuk mempermudah masyarakat untuk mengatur pemakaian atau penggunaan listrik berbasis mikrokontroler menggunkan SMS. Dengan teknologi SMS yang semakin berkembang saat ini, terutama penggunaan SMS dibidang pengendalian merupakan salah satu solusi untuk permasalahan diatas. Dimana pada penelitian ini akan dibuat sebuah alat pengendalian lampu dari jarak jauh yang memanfaatkan SMS untuk melakukan komunikasi data ke board Arduino uno melalui media penghubung modul GSM SIM800L Mini yang digunakan sebagai antarmuka dalam pengendaliannya. Metodologi yang digunakan adalah Simulation, Survei, Design and Creation karena konsep tersebut sangat tepat untuk penelitian ini. Untuk mengimplementasikan rancangan ini membutuhkan beberapa alat yaitu Arduino Uno Modul, Relay Modul SIM 800L dan Stepdown Converter. Hasil dari penelitian ini diharapkan agar Lampu rumah dapat di kontrol dari dekat maupun jarak jauh yang akses melalui handphone dan mempermudah seseorang dalam mengontrol lampu PramanaRiki MukhaiyarAlong with the development of increasingly sophisticated technology, information and communication in all fields, the level of consumer demand for services is becoming greater. By predicting the current background and reality, as long as the wheels of trade keep turning, the shipping service industry, especially those concerning packages or goods, is still sought after and needed. Before the goods or packages are delivered to the destination address by the courier, the incoming goods will first be sorted based on the courier's work area. The sorting process is still done manually using human power. Therefore, this research designed a sorting tool for goods based on the barcode printed on the goods. As many as 10 times testing this tool there is no error at all. Sorted items have been placed in L BoylestadLouis NashelskyContenido 1 Diodos semiconductores; 2 Aplicaciones de los diodos; 3 Transistores de uniΓ³n bipolar BJT; 4 BJT y polarizaciΓ³n DC; 5 BJT y anΓ‘lisis con AC; 6 Transistores de efecto de campo FET; 7 PolarizaciΓ³n de los FET; 8 Amplificadores FET; 9 Respuesta de frecuencia de BJT y JFET; 10 Amplificadores operacionales; 11 Aplicaciones de los amplificadores operacionales; 12 Amplificadores de potencia; 13 Circuitos integrados lineales-digitales; 14 RetroalimentaciΓ³n y circuitos osciladores; 15 Fuentes de poder reguladores de voltaje; 16 Otros dispositivos de dos terminales; 17 Dispositivos Sholihul Hadi, Mengenal Mikrokontroler ATMega 16, Ilmu Bangun Alat Deteksi Benda Bergerak menggunakan Sensor Ultrasonik, Jurusan Teknik Fisika FTI ITSFauzi AlfiandiFauzi Alfiandi, Rancang Bangun Alat Deteksi Benda Bergerak menggunakan Sensor Ultrasonik, Jurusan Teknik Fisika FTI ITS, Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, GramediaZuhalZuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, Gramedia, HeriAndrianto Heri 2008, Pemrograman Mikrokontroller AVR Atmega 16Perancangan Sistem dan Aplikasi Mikrokontroler. Elex Media KomputindoWidodo BudiharoBudiharo, Widodo. 2005. Perancangan Sistem dan Aplikasi Mikrokontroler. Elex Media Komputindo. Penghitung Jumlah Orang pada Pintu Masuk dan Keluar Gedung. Fakultas TeknikA MiftahudinMiftahudin, A. 2007. Simulator Penghitung Jumlah Orang pada Pintu Masuk dan Keluar Gedung. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Semarang, IndonesiaOtomatisasi Size Grading Benih Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu KelautanSeniatussaSeniatussa'adah. 2008. Otomatisasi Size Grading Benih Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Prototipe Penghitung Jumlah Orang dalam Ruangan Terpadu berbasis Mikrokontroler ATMega328PI G A P Raka AgungI M I SusantoRaka Agung, I. G. A. P., Susanto, I. M. I. 2012. Rancangbangun Prototipe Penghitung Jumlah Orang dalam Ruangan Terpadu berbasis Mikrokontroler ATMega328P. Jurnal Teknologi Elektro 111 41-49. Jawaban untuk mengerjakan soal di atas, kita perlu menggunakan rumus permutasi nPr=\frac {n!} { (n-r)!} nP r = (nβr)!n!. Alasannya adalah karena mereka pasti memasuki dari pintu yang berlainan (bukan dari pintu yang sama), maka : _5P_3=\frac {5!} { (5-3)!} 5P 3 = (5β3)!5! _5P_3=\frac {5!} {2!} 5P 3 = 2!5! Rumus Usaha Pada Bidang DatarBerikut rumus usaha pada bidang datarA. Usaha yang Dilakukan Gaya Lurus Keterangan W = work atau usaha yang dilakukan Nm atau Joule F = gaya yang searah dengan bidang perpindahan N s = besar perpindahan benda m.Contoh soal Danu menarik sebuah kotak dengan gaya sebesar 20 N lurus ke kanan sehingga kotak berpindah sejauh 5 meter. Jika arah gaya yang dilakukan oleh Danu searah dengan bidang perpindahan benda, maka tentukanlah besar usaha yang dilakukan oleh Dik F = 20 N, s = 5 m Dit W = β¦ ?Besar usaha yang dilakukan oleh gaya lurus β W = F . s β W = 20 5 β W = 100 JJadi, usaha yang dilakukan Danu saat memindahkan kotak itu adalah 100 Usaha yang Dilakukan Gaya MiringKeterangan W = usaha yang dilakukan J F = besar gaya yang diberikan N ΞΈ = besar sudut yang dibentuk F dengan bidang s = besar perpindahan m.Rumus Usaha Pada Bidang MiringA. Bidang Miring Licin Keterangan W = usaha yang dilakukan oleh gaya berat J w = berat benda N ΞΈ = sudut kemiringan bidang miring s = perpindahan benda m.Contoh soal Sebuah benda bermassa 40 kg meluncur dari bagian atas bidang miring dan berpindah sejauh 2 meter. Jika kemiringan bidang tersebut adalah 37o, maka tentukanlah usaha yang dilakukan oleh gaya berat Dik w = 40 x 10 = 400 N, s = 2 m, ΞΈ = 37o Dit W = β¦ ?Usaha yang dilakukan oleh gaya berat β W = w sin 37o . s β W = 400 3/5 . 2 β W = 480 JJadi, usaha yang dilakukan oleh gaya berat benda adalah 480 Bidang Miring KasarW = w sin ΞΈ . s β fg . sKeterangan W = usaha yang dilakukan J w = berat benda N fg = gaya gesekan N s = besar perpindahan m.Rumus Usaha yang Dilakukan Banyak GayaA. Dua Gaya SearahW = βF . s = F1 + F2 . sKeterangan W = usaha yang dilakukan pada benda J βF = jumlah gaya yang bekerja N F1 = besar gaya pertama N F2 = besar gaya kedua N s = besar perpindahan m.B. Dua Gaya BerlawananW = βF . s = F1 β F2 . sKeterangan W = usaha yang dilakukan pada benda J βF = selisih gaya yang bekerja N F1 = besar gaya pertama N F2 = besar gaya kedua N s = besar perpindahan m.Rumus Usaha FisikaUsaha adalah besaran skalar, tetapi dia dapat positif atau negatif. Tidak semua gaya melakukan kerja. cotohnya, gaya sentripetal dalam gerakan berputar seragam tidak menyalurkan energi; kecepatan objek yang bergerak tetap konstan. Kenyataan ini diyakinkan oleh formula bila vektor dari gaya dan perpindahan tegak lurus, yakni perkalian titik mereka sama dengan nol. Temukan rumus usaha fisika dbawah ini!Usaha atau kerja dilambangkan dengan W dari Bahasa Inggris Work adalah energi yang disalurkan gaya ke sebuah benda sehingga benda tersebut didefinisikan sebagai integral garis pembaca yang tidak akrab dengan kalkulus peubah banyak lihat rumus usaha fisikaKeteranganW = usaha newton meter atau JouleF = gaya newtonS = jarak meterUsaha yang dilakukan oleh pegasKeteranganW = usaha newton meter atau Joulek = konstanta pegas Newton/m2x = pertambahan panjang pegas meterRumus Usaha Oleh Gaya yang Membentuk SudutGaya merupakan besaran yang mempunyai arah sehingga mengalami pergerakan. Misal contoh batu di atas, anda bisa saja memberikan gaya yang tak sejajar dengan gerak perpindahan batu. Bisa aga miring ke atas atau kebawah. Rumus Usaha W = itu hanya berlaku jika gaya yang berkerja segaris dan searah dengan perpindahan. Jika gaya yang bekerja membentuk sudut terhadap perpindahan maka persamaan tersebut tidak dapat digunakan. Akan dapat digunakan jika kita menambahkan cos ΞΈ dalam persamaan = Fcos ΞΈ . sΞΈ adalah besar sudut antara gaya terhadap arah Usaha yang Bernilai NolGaya yang dikerahkan kepada sebuah benda belum tentu menghasilkan usaha. Sebagai contoh, jika Sobat mendorong tembok, Anda tidak melakukan usaha terhadap tembok tersebut. Anda mungkin menjadi lelah karena membebaskan energi melalui otot, namun karena tembok tidak bergerak s = 0, maka jika dimasukkan ke dalam rumus usaha W = maka akan menghasilkan usaha juga kasus usaha bernilai nol yaitu jika anda melakukan mengangkat batu dengan memondongnya secara vertikal ke atas dan anda berjalan secara horisontal. Ini dikatakan usahanya bernilai nol. Loh ko bisa? Iya, karena nilai ΞΈ sama dengan 90 maka jika dimasukkan ke rumus usaha W = Fcos ΞΈ . s berapa jauh anda berpindah karena cos 90 sama dengan 0 nol.Rumus Usaha yang Dilakukan oleh PegasW = 1/2 x k x x2 Keterangan W = usaha newton meter atau Joule k = konstanta pegas Newton/m2 x = pertambahan panjang pegas meterPemukul baseball melakukan kerja positif pada bola dengan memberikan gaya padanya. Sumber foto Wikimedia CommonsContoh Soal dan Jawaban dari Rumus Usaha Fisika1. Sebuah bola besi massanya 0,2 kg dilempar vertikal keatas. Energi potensial benda pada ketinggian maksimum adalah 40 J. Bila g = 10 m/sΒ², maka hitunglah ketinggian maksimum yang dicapai bola tersebut!PembahasanDiketahuiEp = 40 Joulem = 0,2 kgg = 10 m/sΒ²Ditanya ketinggian maksimum hJawabanEp = = 0,2 10. hh = 40/2h = 20 meter2. Sebuah benda massanya 2 kg jatuh bebas dari puncak gedung bertingkat yang tingginya 100 m. Apabila gesekan dengan udara diabaikan dan g = 10 m sβ2 maka usaha yg dilakukan oleh gaya berat sampai pada ketinggian 20 m dari tanah adalahβ¦Pembahasan dan jawaban Usaha, perubahan energi potensial gravitasi W = mgΞ h W = 2 x 10 x 100 β 20 W = 1600 joule3. Sebuah benda di tarik dengan gaya 40 N ke utara dan 80 Newton ke selatan yang mengakibatkan benda tersebut bergeser sejauh 2 meter. tentunkanlah usaha yang bekerja pada gaya tersebut!DiketahuiF1 = 40 N F2 = 120 NMaka Rf = F2-F1 = 120 N β 40 N = 80 Newton S = 2 meterDitanyakan W =β¦. JouleJawabanW = F x s = 80 N x 2 m = 160 Benda bermassa 1 kg jatuh bebas dari ketinggian 2 meter. Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, tentukan usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi pada benda tersebut!Pembahasan Diketahui Massa benda m = 1 kg Ketinggian h = 2 meter Percepatan gravitasi g = 10 m/s2Ditanya Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi pada benda WJawaban Arah gaya gravitasi atau gaya berat w adalah vertikal ke bawah, arah perpindahan s benda juga vertikal ke bawah sehingga gaya gravitasi searah dengan perpindahan benda. W = F s = w h = m g h W = 1102 = 20 Joule5. Sebuah mobil dengan massa 1 ton bergerak dari keadaan diam. Sesaat kemudian kecepatannya 5 m sβ1. Besar usaha yang dilakukan oleh mesin mobil tersebut adalahβ¦Pembahasan dan jawaban Usaha perubahan energi kinetik benda W = 1/2 m Ξv2 W = 1/2 x 1000 x 52 W = 12 500 jouleCatatan Jika diketahui dua buah kecepatan atau v, maka v nya dikuadratkan dulu baru dikurangkan, bukan dikurangkan terus dikuadratkan!.6. Soal Usaha Total Oleh Dua Gaya Berlawanan Arah Andy dan Michael menarik sebuah meja dalam arah yang berlawanan. Andy memberi gaya sebesar 20 N ke kanan sedangkan Michael memberi gaya sebesar 15 N ke kiri. Jika meja berpindah sejauh 0,5 meter, maka usaha total yang dilakukan oleh Andy dan Michael adalahβ¦A. 2,5 Joule B. 5 Joule C. 6,5 Joule D. 8 Joule E. 10 JoulePembahasan Dik FR = 20 N, FB = 15 N, s = 0,5 m Dit W = β¦ ?Usaha oleh Andy β W = FR . s β W = 20 . 0,5 β W = 10 JUsaha oleh Michael β W = FB . s β W = 15 . 0,5 β W = 7,5 JKarena gaya Rani lebih besar, maka benda bergerak ke arah Rani. Dengan demikian, gaya Rani searah dengan perpindahan sedangkan gaya Michael berlawanan arah dengan total oleh Andy dan Michael β W = 10 β 7,5 β W = 2,5 JCara kedua β W = βF . s β W = FR β FB . s β W = 20 β 15 . 0,5 β W = 5 . 0,5 β W = 2,5 JJawaban Sebuah tongkat yang panjangnya 40 cm dan tegak di atas permukaan tanah dijatuhi martil 10 kg dari ketinggian 50 cm di atas ujungnya. Bila gaya tahan rata-rata tanah 103 N, maka banyaknya tumbukan martil yang perlu dilakukan terhadap tongkat agar menjadi rata dengan permukaan tanah adalahβ¦Pembahasan Dua rumus usaha yang terlibat disini adalahPada martil W = m g Ξ hPada tanah oleh gaya gesekan W = F SCari kedalaman masuknya tongkat S oleh sekali pukulan martil F S = mgΞh 103 S = 10 100,5 S = 50/1000 = 5/100 m = 5 cmJadi sekali jatuhnya martil, tongkat masuk tanah sedalam 5 cm. Untuk tongkat sepanjang 40 cm, maka jumlah jatuhnya martil n = 40 5 = 8 kali8. Soal Usaha yang Dilakukan Gaya di Bidang Miring Licin Sebuah benda bermassa 20 kg diletakkan di bagian atas bidang miring dan meluncur ke bawah sejauh 1 meter. Jika kemiringan bidang adalah 53o dan koefisien gesekan antara benda dengan permukaan bidang adalah 0,2 maka besar usaha total yang diberikan pada benda adalahβ¦A. 142 J B. 136 J C. 120 J D. 100 J E. 86 JPembahasan Dik m = 20 kg, s = 1 m, ΞΈ = 53o, ΞΌ = 0,2 Dit W = β¦ ?Usaha oleh gaya berat β W = w sin ΞΈ . s β W = sin 53o . s β W = 20 10 4/5 . 1 β W = 160 JUsaha oleh gaya gesekan β W = fg . s β W = . s β W = cos ΞΈ . s β W = cos 53o . s β W = 0,2 20 10 3/5 . 1 β W = 24 JUsaha total yang diberikan pada benda β W = 160 β 24 β W = 136 Sebuah gaya F = 2i + 4j N melakukan usaha dengan titik tangkapnya berpindah menurut r = 5i + aj m, vektor i dan j berturut-turut adalah vektor satuan yang searah dengan sumbu X dan sumbu Y pada koordinat usaha itu bernilai 30 Joule, maka hitunglah nilai a!PembahasanDiketahui F = 2i +4j N r = 5i +aj mDitanya a = β¦?JawabanUsaha adalah perkalian titik dot product antara vektor gaya dengan vektor perpindahan. W = F .r 30 = 2i + 4j . 5i + aj30 = 10 + 4a30 β 10 = 4a4a = 20a = 510. Berapakah usaha yang dilakukan untuk mengangkat batu seberat 150 kg setinggi 6 meter? g = 10 m/s2m = 150 kg β> 11. Berapakah usaha yang dilakukan pada gaya 55 Newton apabila menempuh jarak 60 dm dalam arah yang sama?Penyelesaian60 dm = 6 m12. Sebuah karung bermassa 50 kg ditarik sepanjang lantai datar dengan gaya 100 N, yang dikerahkan membentuk sudut 37o. Lantai kasar, dan gaya gesek yang terjadi Fges = 50 N. Hitunglah usaha yang dilakukan masing-masing gaya yang bekerja pada karung, dan usaha yang dilakukan gaya total pada karung menggunakan rumus usaha di atas maka usaha dari gaya orang dan gesek dapat dihitungWfo = Fo. cos ΞΈ . S = 100 cos 37 40 = 100. 0,8 . 40 = joule Wges = Fges . s = 50 . 40 = joule Gaya total yang bekerja adalah β = Soal Gaya yang Dibutuhkan untuk Melakukan Usaha Untuk menempuh jarak 1 km dengan kelajuan tetap, sebuah mobil melakukan usaha sebesar Joule. Besar gaya yang diberikan oleh mesin mobil untuk melakukan usaha tersebut adalahβ¦A. 200 N B. 400 N C. 600 N D. 800 N E. 1000 NPembahasan Dik s = 1 km = 1000 m, W = J Dit F = β¦ ?Gaya yang diberikan untuk melakukan usaha β W = F . s β F = W/s β F = / 1000 β F = 400 Soal Usaha yang Dilakukan Pada Bidang Datar Kasar Sebuah kotak bermassa 10 kg yang berada di atas bidang datar kasar ditarik dengan gaya 60 N ke kanan. Jika koefisien gesekan antara kotak dengan permukaan bidang adalah 0,2 dan kotak berpindah sejauh 2 meter, maka besar usaha total yang telah dilakukan untuk pemindahan kotak tersebut adalahβ¦A. 80 J B. 100 J C. 120 J D. 140 J E. 145 JPembahasan Dik m = 10 kg, F = 60 N, ΞΌ = s = 2 m Dit W = β¦. ?Usaha total yang diberikan pada benda β W = βF . s β W = F β fg . s β W = F β . s β W = F β . s β W = {60 β 0,21010} . 2 β W = 60 β 20 . 2 β W = 80 Soal Usaha Total yang Diberikan pada Benda Tiga buah gaya bekerja pada sebuah benda bermassa 4 kg. Gaya pertama sebesar 40 N ke kanan, gaya kedua sebesar 20 N ke kiri, dan gaya ketiga sebesar 10 N ke kiri membentuk sudut 37o terhadap horizontal. Jika benda berpindah sejauh 5 meter, maka besar usaha total yang dilakukan oleh ketiga gaya tersebut adalahβ¦A. 40 Joule B. 50 Joule C. 60 Joule D. 80 Joule E. 100 JoulePembahasan Dik F1 = 40 N, F2 = 20 N, F3 = 10 N, ΞΈ = 37o, s = 5 m Dit W = β¦.?Usaha total oleh ketiga gaya β W = βF . s β W = F1 β F2 β F3 cos 37o . s β W = {40 β 20 β 10 . 4/5} . 5 β W = 20 β 8 . 5 β W = 12 5 β W = 60 Soal Usaha yang Dilakukan oleh Gaya Miring Seorang murid menarik kotak buku bermassa 4 kg di atas bidang datar dengan gaya sebesar 40 N membentuk sudut 53o terhadap horizontal. Usaha yang dilakukan oleh murid tersebut untuk memindahkan kotak buku sejauh 4 meter adalahβ¦A. 46 J B. 96 J C. 128 J D. 142 J E. 156 JPembahasan Dik F = 40 N, ΞΈ = 53o, s = 4 m Dit W = β¦ ?Usaha oleh gaya miring membentuk sudut β W = F cos 53o . s β W = 40 3/5 4 β W = 24 4 β W = 96 JJawaban Fisika LainnyaFisika banyak diisi dengan persamaan dan rumus fisika yang berhubungan dengan gerakan sudut, mesin Carnot, cairan, gaya, momen inersia, gerak linier, gerak harmonik sederhana, termodinamika dan kerja dan energi. Klik disini untuk melihat rumus fisika lainnya akan membuka layar baru, tanpa meninggalkan layar ini.Bacaan LainnyaBagaimana Albert Einstein mendapatkan rumus E=mcΒ² ?Cara Mengemudi Aman Pada Saat Mudik atau Liburan PanjangJenis Virus Komputer β Cara Gratis Mengatasi Dengan Windows DefenderCara Menghentikan Penindasan BullyingCara menjaga keluarga Anda aman dari teroris β Ahli anti-teror menerbitkan panduan praktisApakah Anda Memerlukan Asuransi Jiwa? β Cara Memilih Asuransi Jiwa Untuk Pembeli Yang Pintar10 Cara Memotivasi Anak Untuk Belajar Agar Menjadi PintarDi Indonesia, HAN Hari Anak Nasional tanggal 23 JuliIbu Hamil Dan Bahaya Kafein β Sayur & Buah Yang Baik Pada Masa KehamilanDaftar Jenis Kanker Pemahaman Kanker, Mengenal Dasar-Dasar, Contoh Kanker, Bentuk, Klasifikasi, Sel dan Pemahaman Penyakit Kanker Lebih JelasPenyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Akibat Pembalut WanitaSistem Reproduksi Manusia, Hewan dan TumbuhanCara Mengenal Karakter Orang Dari 5 Pertanyaan Berikut IniKepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?Unduh / Download Aplikasi HP Pinter PandaiRespons βOoo begitu yaβ¦β akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!HP AndroidHP iOS AppleSumber bacaan Physics, Tutor VistaPinter Pandai βBersama-Sama Berbagi Ilmuβ Quiz Matematika IPA Geografi & Sejarah Info Unik Lainnya Business & Marketing SoalUN Matematika IPA 2015. 39. Seorang memasuki sebuah gedung yang memiliki 5 pintu. Apabila ia tidak boleh melewati pintu yang sama saat masuk dan keluar gedung tersebut, maka banyak cara yang dapat dipilih untuk masuk dan keluar dari gedung adalah A. 5. BAB II KERANGKA Store Atmosphere Pengertian Store Atmosphere Store Atmosphere merupakan penciptaan suasana toko melalui visual, penataan, cahaya, musik dan aroma yang dapat menciptakan lingkungan pembelian yang nyaman sehingga dapat mempengaruhi persepsi dan emosi konsumen untuk melakukan pembelian Levy, 2001 576. Keseluruhan rancangan yang diciptakan bertujuan untuk membangun citra toko dan membangun karakteristik toko yang mempengaruhi keadaan emosional calon konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. Menurut Lamb et al 2001 105 βStore atmosphere suasana toko yaitu suatu keseluruhan yang disampaikan oleh tata letak fisik, dekorasi dan lingkungan sekitarnyaβ. Sutisna 2001 164 mengatakan store atmosphere adalah βpenataan ruang dalam instore dan ruang luar outstore yang dapat menciptakan kenyamanan bagi pelangganβ. Keseluruhan tata letak fisik toko dilakukan untuk menciptakan kenyamanan bagi pelanggan. Faktor-faktor dan tujuan store atmosphere Beberapa faktor yang berpengaruh dalam menciptakan suasana toko menurut Lamb et al 2001108, yaitu1. Jenis karyawan, Karakteristik umum karyawan, sebagai contoh rapi, ramah, berwawasan luas, atau berorientasi pada pelayanan. 2. Jenis barang dagangan dan kepadatan, Jenis barang dagangan yang dijual bagaimana barang tersebut dipajang menentukan suasana yang ingin diciptakan oleh pengecer. 3. Jenis perlengkapan tetap fixture dan kepadatan, Perlengkapan tetap bisa elegan terbuat dari kayu jati, trendi dari logam dan kaca tidak tembus pandang. Perlengkapan tetap harus konsisten dengan suasana umum yang ingin diciptakan. 4. Bunyi suara, Bunyi suara bisa menyenangkan atau menjengkelkan bagi seorang pelanggan. Musik juga bisa membuat konsumen tinggal lebih lama di toko. Musik dapat mengontrol lain lintas di toko, menciptakan suasana citra, dan menarik atau mengarahkan perhatian pembelinya. 5. Aroma, Bau bisa merangsang maupun mengganggu penjualan. Penelitian menyatakan bahwa orang-orang menilai barang dagangan secara lebih positif, menghabiskan waktu yang lebih untuk berbelanja. dan umumnya bersuasana hati lebih baik bila ada aroma yang dapat disetujui. Para pengecer menggunakan wangi antara lain sebagai perluasan dan strategi eceran. 6. Faktor visual, Warna dapat menciptakan suasana hati atau memfokuskan perhatian, warna merah kuning atau oranges dianggap sebagai warna yang hangat dan kedekatan yang diinginkan. Warna-warna yang menyejukkan seperti hijau, dan violet digunakan untuk membuka tempat yang tertutup, dan menciptakan suasana yang elegan dan bersih. Pencahayaan juga dapat mempunyai pengaruh penting pada suasana toko. Konsumen takut untuk berbelanja pada malam hari di daerah tertentu dan lebih merasa senang bila tempat itu memiliki pencahayaan yang kuat untuk alasan keselamatan. Tampak luar .suatu toko juga mempunyai pengaruh pada suasana yang diinginkan dan hendaknya tidak menerbitkan kesan pertama yang mengkhawatirkan bagi pembelanja. Store atmosphere mempunyai tujuan tertentu. Menurut Lamb et al 2001 105-109, dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Penampilan eceran toko membantu menentukan citra toko, dan memposisikan eceran toko dalam benak konsumen. 2. Tata letak yang efektif tidak hanya akan menjamin kenyamanan dan kemudahan melainkan juga mempunyai pengaruh yang besar pada pola lalu lintas pelanggan dan perilaku Cakupan Store Atmosphere Menurut Levi dan Weitz 2001 118, Store atmosphere terdiri dari dua hal, yaitu Instore atmosphere dan Outstore atmosphere1. Instore Atmosphere Instore Atmosphere adalah pengaturan-pengaturan di dalam ruangan yang menyangkut a. Internal Layout merupakan pengaturan dari berbagai fasilitas dalam ruangan yang terdiri dari tata letak meja kursi pengunjung, tata letak meja kasir, dan tata letak lampu, pendingin ruangan, sound. b. Suara merupakan keseluruhan alunan suara yang dihadirkan dalam ruangan untuk menciptakan kesan rileks yang terdiri dari live music yang disajikan restoran dan alunan suara musik dari sound system. c. Bau merupakan aroma-aroma yang dihadirkan dalam ruangan untuk meniptakan selera makan yang timbul dari aroma makanan dan minuman dan aroma yang ditimbulkan oleh pewangi ruangan. d. Tekstur merupakan tampilan fisik dari bahan bahan yang digunakan untuk meja dan kursi dalam ruangan dan dinding ruangan. e. Desain interior bangunan adalah penataan ruang-ruang dalam restoran kesesuaian meliputi kesesuaian luas ruang pengunjung dengan ruas jalan yang memberikan kenyamanan, desain bar counter , penataan meja, penataan lukisan-lukisan, dan sistem pencahayaan dalam Outstore atmosphere Outstore atmosphere adalah pengaturan-pengaturan di luar ruangan yang menyangkut a. External Layout yaitu pengaturan tata letak berbagai fasilitas restoran diluar ruangan yang meliputi tata letak parker pengunjung, tata letak papan nama, dan lokasi yang strategis. b. Tekstur merupakan tampilan fisik dari bahanbahan yang digunakan bangunan maupun fasilitas diluar ruangan yang meliputi tekstur dinding bangunan luar ruangan dan tekstur papan nama luar ruangan. c. Desain eksterior bangunan merupakan penataan ruangan-ruangan luar restoran meliputi desain papan nama luar ruangan, penempatan pintu masuk, bentuk bangunan dilihat dari luar, dan sistem pencahayaan luar Elemen Store Atmosphere Menurut Barry dan Evans 2004 455, βAtmosphere can be divided into several elements exterior, general interior, store layout, and displays .β Elemen Store atmosphere ini meliputi bagian luar toko, bagian dalam toko, tata letak ruangan, dan pajangan interior point of interest display, akan dijelaskan lebih lanjut dibawah ini1. Exterior bagian luar toko Karakteristik exterior mempunyai pangaruh yang kuat pada citra toko tersebut, sehingga harus direncanakan dengan sebaik mungkin. Kombinasi dari exterior ini dapat membuat bagian luar toko menjadi terlihat unik, menarik, menonjol dan mengundang orang untuk masuk kedalam toko. Element-elemen exterior ini terdiri dari sub elemen-sub elemen sebagai berikut a. Storefront Bagian Muka Toko Bagian muka atau depan toko meliputi kombinasi papan nama, pintu masuk, dan konstruksi bangunan. Storefront harus mencerminkan keunikan, kemantapan, kekokohan atau hal-hal lain yang sesuai dengan citra toko tersebut. Khususnya konsumen yang baru sering menilai toko dari penampilan luarnya terlebih dahulu sehingga merupakan exterior merupakan faktor penting untuk mempengaruhi konsumen untuk mengunjungi toko. b. Marquee Simbol Marquee adalah suatu tanda yang digunakan untuk memejang nama atau logo suatu toko. Marquee dapat dibuat dengan teknik pewarnaan, penulisan huruf, atau penggunaan lampu neon. Marquee dapat terdiri dari nama atau logo saja, atau dikombinasikan dengan slogan dan informasi lainya. Supaya efektif, marquee harus diletakan diluar, terlihat berbeda, dan lebih menarik atau mencolok daripada toko lain disekitarnya. c. Entrance Pintu Masuk Pintu masuk harus direncanakan sebaik mungkin, sehingga dapat mengundang konsumen untuk masuk melihat ke dalam toko dan juga mengurangi kemacetan lalu lintas keluar masuk konsumen. d. Display Window Tampilan Jendela Tujuan dari display window adalah untuk mengidentifikasikan suatu toko dengan memajang barang-barang yang mencerminkan keunikan toko tersebut sehingga dapat menarik konsumen masuk. Dalam membuat jendela pajangan yang baik harus dipertimbangkan ukuran jendela, jumlah barang yang dipajang, warna, bentuk,dan frekuensi penggantiannya. e. Height and Size Building Tinggi dan Ukuran Gedung Dapat mempengaruhi kesan tertentu terhadap toko tersebut. Misalnya, tinggi langit-langit toko dapat membuat ruangan seolah-olah lebih luas. f. Uniqueness Keunikan Keunikan suatu toko bisa dihasilkan dari desain bangunan toko yang lain dari yang lain. g. Surrounding Area Lingkungan Sekitar Keadaan lingkungan masyarakat dimana suatu toko berada, dapat mempengaruhi citra toko. Jika toko lain yang berdekatan memiliki citra yang kurang baik, maka toko yang lain pun akan terpengaruh dengan citra tersebut. h. Parking Tempat Parkir Tempat parkir merupakan hal yang penting bagi konsumen. Jika tempat parkir luas, aman, dan mempunyai jarak yang dekat dengan toko akan menciptakan Atmosphere yang positif bagi toko General Interior bagian dalam toko Yang paling utama yaneg dapat membuat penjualan setelah pembeli berada di toko adalah display. Desain interior dari suatu toko harus dirancang untuk memaksimalkan visual merchandising. Display yang baik yaitu yang dapat menarik perhatian pengunjung dan membantu mereka agar mudah mengamati, memeriksa dan memilih barang dan akhirnya melakukan pembelian. Ada banyak hal yang akan mempengaruhi persepsi konsumen pada toko tersebut. Elemen-elemen general interior terdiri dari a. Flooring Lantai Penentuan jenis lantai, ukuran, desain dan warna lantai sangat penting, karena konsumen dapat mengembangkan persepsi mereka berdasarkan apa yang mereka lihat. b. Color and Lightening Warna dan Pencahayaan Setiap toko harus mempunyai pencahayaan yang cukup untuk mengarahkan atau menarik perhatian konsumen ke daerah tertentu dari toko. Konsumen yang berkunjung akan tertarik pada sesuatu yang paling terang yang berada dalam pandangan mereka. Tata cahaya yang baik mempunyai kualitas dan warna yang dapat membuat suasana yang ditawarkan terlihat lebih menarik, terlihat berbeda bila dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya. c. Scent and Sound Aroma dan Musik Tidak semua toko memberikan pelayanan ini, tetapi jika layanan ini dilakukan akan memberikan suasana yang lebih santai pada konsumen, khusunya konsumen yang ingin menikmati suasana yang santai dengan menghilangkan kejenuhan, kebosanan, maupun stres sambil menikmati makanan. d. Fixture Penempatan Memilih peralatan penunjang dan cara penempatan meja harus dilakukan dengan baik agar didapat hasil yang sesuai dengan keinginan. Karena penempatan meja yang sesuai dan nyaman dapat menciptakan image yang berbeda pula. e. Wall Texture Tekstur Tembok Tekstur dinding dapat menimbulkan kesan tertentu pada konsumen dan dapat membuat dinding terlihat lebih menarik. f. Temperature Suhu Udara Pengelola toko harus mengatur suhu udara, agar udara dalam ruangan jangan terlalu panas atau dingin. g. Width of Aisles Lebar Gang Jarak antara meja dan kursi harus diatur sedemikian rupa agar konsumen merasa nyaman dan betah berada di toko. h. Dead Area Dead Area merupakan ruang di dalam toko dimana display yang normal tidak bisa diterapkan karena akan terasa janggal. Misal pintu masuk, toilet, dan sudut ruangan. i. Personel Pramusaji Pramusaji yang sopan, ramah, berpenampilan menarik, cepat, dan tanggap akan menciptakan citra perusahaan dan loyalitas konsumen. j. Service Level Macam-macam tingkat pelayanan menurut Kotler yang dialih bahasakan oleh Teguh,Rusli, dan Molan 2000 adalah self service, self selection, limited service, dan full service. k. Price Harga Pemberian harga bisa dicantumkan pada daftar menu yang diberikan agar konsumen dapat mengetahui harga dari makanan tersebut. l. Cash Refister Kasir Pengelola toko harus memutuskan penempatan lokasi kasir yang mudah dijangkau oleh konsumen. m. Technology Modernization Teknologi Pengelola toko harus dapat melayani konsumen secanggih mungkin. Misalnya dalam proses pembayaran harus dibuat secanggih mungkin dan cepat, baik pembayaran secara tunai atau menggunakan pembayaran cara lain, seperti kartu kredit atau debet. n. Cleanliness Kebersihan Kebersihan dapat menjadi pertimbangan utama bagi konsumen untuk makan di tempat Layout Ruangan Tata Letak Toko Pengelola toko harus mempunyai rencana dalam penentuan lokasi dan fasilitas toko. Pengelola toko juga harus memanfaatkan ruangan toko yang ada seefektif mungkin. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang layout adalah sebagai berikut a. Allocation of floor space for selling, personnel, and customers. Dalam suatu toko, ruangan yang ada harus dialokasikan untuk 1 Selling Space Ruangan Penjualan Ruangan untuk menempatkan dan tempat berinteraksi antara konsumen dan pramusaji. 2 Personnel Space Ruangan Pegawai Ruangan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pramusaji seperti tempat beristirahat atau makan. 3 Customers Space Ruangan Pelanggan Ruangan yang disediakan untuk meningkatkan kenyamanan konsumen seperti toilet, ruang tunggu. b. Traffic Flow Arus Lalu Lintas Macam-macam penentuan arus lalu lintas toko, yaitu 1 Grid Layout Pola Lurus Penempatan fixture dalam satu lorong utama yang panjang. 2 Loop/Racetrack Layout Pola Memutar Terdiri dari gang utama yang dimulai dari pintu masuk, mengelilingi seluruh ruangan, dan biasanya berbentuk lingkaran atau persegi, kemudian kembali ke pintu masuk. 3 Spine Layout Pola Berlawanan Arah Pada spine layout gang utama terbentang dari depan sampai belakang toko, membawa pengunjung dalam dua arah. 4 Free-flow Layout Pola Arus Bebas Pola yang paling sederhana dimana fixture dan barang-barang diletakan dengan Interior Point of Interest Display Dekorasi Pemikat Dalam TokoInterior point of interest display mempunyai dua tujuan, yaitu memberikan informasi kepada konsumen dan menambah store atmosphere, hal ini dapat meningkatkan penjualan dan laba toko. Interior point of interest display terdiri dari a. Theme Setting Display Dekorasi Sesuai Tema Dalam suatu musim tertentu retailer dapat mendesain dekorasi toko atau meminta pramusaji berpakaian sesuai tema tertentu. b. Wall Decoration Dekorasi Ruangan Dekorasi ruangan pada tembok bisa merupakan kombinasi dari gambar atau poster yang ditempel, warna tembok, dan sebagainya yang dapat meningkatkan suasana Keputusan Pembelian Pengertian Keputusan Pembelian Konsumen Menurut Schiffman dan Kanuk 2007 285 yaitu, βKeputusan pembelian konsumen adalah seleksi terhadap dua pilihan atau lebih. Dengan perkataan lain, pilihan alternatif harus tersedia bagi seseorang ketika mengambil keputusanβ. Pendapat lain juga dikemukakan oleh Kotler dan Armstrong 2003 224 yaitu βkeputusan pembelian adalah saat konsumen membeli suatu produk dalam waktu tertentuβ. Proses Keputusan Pembelian Konsumen Kotler 2002 184 menjelaskan secara umum tentang proses keputusan pembelian dalam model 5 Model Lima Tahap Proses Keputusan Pembelian KonsumenPengenalan masalah Pencarian informasi Evaluasi alternatif Keputusan pembelian Sumber Philips Kotler 2002 185 Model ini merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting dalam memahami keputusan pembelian. Tahapan dalam model ini adalah 1. Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan rangsangan internal, salah satu dari kebutuhan normal seseorang rasa lapar, haus, seks naik ke tingkat maksimum dan menjadi dorongan; atau kebutuhan bisa timbul akibat rangsangan eksternal, sehingga memicu pemikiran untk melakukan pembelian. 2. Pencarian Informasi Pada tingkat ini seseorang menjadi lebih perseptif terhadap informasi tentang sebuah produk. Secara umum konsumen menerima informasi terpenting tentang sebuah produk komersial, dimana informasi tersebut didominasi pemasar. Beberapa sumber informasi utama konsumen adalah pribadi yang meliputi keluarga, teman, tetangga, dan rekan. Komersial yang meliputi iklan, situs web penyalur, kemasan, tampilan. Publik yang meliputi media massa, organisasi dan eksperimental yang meliputi penanganan, pemeriksaan dan penggunaan produk. Sumber sumber informasi tersebut melaksanakan fungsi yang berbeda dalam mempengaruhi keputusan pembelian. 3. Evaluasi Alternatif Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk mengambil keputusan. Konsumen akan mempertimbangkan manfaat termasuk keterpercayaan merk dan biaya atau resiko yang akan diperoleh jika membeli suatu produk. Berbagai resiko seperti resiko waktu, tenaga, biaya, resiko psikologis dan sosial akan dipertimbangkan oleh konsumen. 4. Keputusan Pembelian Konsumen membentuk preferensi antar merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen juga membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai. Keputusan pembelian ini sendiri dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu sikap orang lain dan uang akan mengurangi alternatif pilihan seseorang akan tergantung pada dua hal yaitu intensitas sikap orang lain terhadap pilihan konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain. Faktor yang lain adalah faktor situasi yang tidak dapat diantisipasi. Hal ini terjadi ketika konsumen mengambil keputusan pembelian terhadap suatu produk ada faktor keadaan yang tidak terduga sehingga konsumen merubah tujuan pembelian tersebut dengan menunda atau menghindari keputusan yang sangat dipengaruhi oleh resiko yang diperkirakan. 5. Perilaku Pasca Pembelian Setelah melakukan pembelian konsumen mungkin akan mengalami konflik karena melihat beberapa hal tertentu yang dikhawatirkan atau mendengar hal-hal yang menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Pada perilaku pasca pembelian ini ada beberapa hal yang akan terjadi seperti kepuasan pasca pembelian yang merupakan fungsi kedekatan antara harapan dan kinerja anggapan produk. Semakin besar kesenjangan antara harapan dan kinerja, maka semakin besarlah ketidakpuasan yang terjadi. Tindakan pasca pembelian, tindakan ini muncul dari puas tidak konsumen dalam melakukan konsumsi produk. Apabila konsumen puas, konsumen akan cenderung mengatakan hal-hal yang baik tentang merek kepada orang lain. Bila konsumen tidak puas maka akan terjadi hal yang sebaliknya ataupun konsumen tersebut akan mengabaikan merek yang tidak dapat memuaskan kebutuhannya tersebut. Hal yang terakhir adalah penggunaan dan penyingkiran pasca pembelian, semakin cepat pembeli mengkonsumsi produk maka akan semakin cepat pembeli tersebut kembali ke pasar. Artinya, semakin tinggi tingkat penggunaan produk maka akan semakin cepat produk tersebut disingkirkan karna masa pakainya. Menurut Kotler 2002 202, pengambilan keputusan konsumen adalah seleksi yang dilakukan konsumen terhadap dua pilihan alternatif produk atau lebih. Terdapat 5 peran yang yang dimainkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian, antara lain 1. Pencetus initiator, yaitu seseorang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli suatu barang/jasa. 2. Pembawa pengaruh influencer, yaitu orang yang memiliki pandangan atau nasihat yang mempengaruhi keputusan pembelian. 3. Pengambil keputusan decider, yaitu seseorang yang mengambil keputusan untuk setiap komponen keputusan pembelian. 4. Pembelian buyer, yaitu orang yang melakukan pembelian secara nyata. 5. Pemakai user, yaitu orang yang mengkonsumsi dan menggunakan barang/jasa yang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Faktor-faktor yang mempengarui keputusan pembelian konsumen terdiri dari faktor internal dan eksternal. Menurut Hawkins et al Supranto,2007 3 , faktor internal meliputi persepsi, pembelajaran, memori, motivasi, kepribadian, emosi, sikap, sedangkan faktor eksternal meliputi budaya, sub budaya, demografis, status sosial, kelompok rujukan, Faktor-faktor internal Faktor internal merupakan faktor dari dalam individu yang memiliki pengaruh yang sangat penting terterhadap keputusan individu. Pengaruh yang dimaksud adalah berkaitan dengan penilaian individu terhadap suatu alternatif produk yang ada yang mengarahkan seseorang untuk mengambil keputusan membeli suatu produk yang meliputi a. Persepsi Persepsi adalah proses yang digunakan individu untuk memilih, mengorganisasi dan mengartikan masukan informasi guna menciptakan suatu gambaran yang berarti dari lingkungan sekitarnya Kotler, 2005 216. b. Pembelajaran Pembelajaran merupakan istilah yang dipergunakan untuk menguraikan proses dengan mana memori dan perilaku diubah sebagai suatu hasil dari proses informasi secara sadar dan tak sadar Supranto,2007 115. c. Memori Memori merupakan seluruh akumulasi pembelajaran pengalaman sebelumnya. Terdiri dari dua komponen, yaitu memori jangka pendek dan panjang. Memori jangka pendek merupakan porsi/ bagian dari seluruh memori yang pada saat terkirim currently diaktifkan atau dipergunakan Supranto,2007 129. d. Motivasi Motivasi merupakan kekuatan yang enejik yang menggerakkan perilaku dan memberikan tujuan dan arah pada perilaku. Suatu motif motive merupakan kostruk construct mewakili kekuatan dalam inner force yang tidak terlihat dan memaksa suatu respon perilaku dan memberikan pengarahan khusus terhadap respon Supranto, 2007 93 e. Kepribadian Kepribadian personality merupakan suatu karakteristik individu mengenai kecendrungan merespon lintas situasi yang mirip. Kepribadian konsumen menunjukkan dan mengarahkan perilaku yang dipilih untuk mencapai tujuandalam situasi yang berbeda Supranto, 2007 104. f. Emosi Emosi adalah perasaan yang secara relatif tidak terkontrol yang mempengaruhi perilaku secara kuat Supranto, 2007 108. g. Sikap Sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga bisa menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan dan manfaat dari objek tersebut Sumarwan, 2004 136.3. Faktor-faktor eksternal a. Budaya Budaya culture adalah keseluruhan yang kompleks complex whole meliputi pengetahuan, kepercayaan, snei, hukum, moral, kebiasaan, dan setiap kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh oleh setiap orang sebagai anggota masyarakat Supranto, 2007 21 b. Sub Budaya Sub budaya merupakan segmen atau bagian dari masyarakat, sub budaya dan kelas sosial merupakan kelompok sosial dimana anggota-anggotanya sama memiliki makna budaya yang sama, akan tetapi keduanya merupakan bagian dari masyarakat yang lebih luas, jadi akan didipengaruhi oleh budaya secara keseluruhan Supranto, 2007 47. c. Demografis Demografis merupakan suatu akibat dan suatu sebab dari nilai budaya dan kultural Supranto, 2007 . d. Kelas Sosial Kelas sosial adalah pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas yang berbeda atau strata yang berbeda. Perbedaan kelas atau strata akan akan menggambarkan perbedaan pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup, nilai-nilai yang dianut Sumarwan, 2002 219. e. Kelompok Rujukan/ Acuan Kelompok Rujukan/Acuan adalah seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok rujukan/ atau acuan digunakan oleh seseorang sebagai dasar untuk perbandingan atau sebuah referensi dalam membentuk respons afektif dan kognitif dan perilaku Sumarwan,2002 250. f. Keluarga Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang terikat oleh perkawinan, darah keturunan anakatau cucu, dan adopsi Sumarwan, 2002 227. Kerangka Konseptual Store Atmosphere Keputusan Pembelian X Konsumen Y Penelitian Terdahulu Untuk menyelesaikan penelitian ini, peneliti menggunakan 4 refrensi jurnal dan skripsi yaitu sebagai berikut 1. Syafik 2011 sebelumnya telah melakukan penelitian dengan topik yang berkaitan dengan topik diatas dalam skripsi yang berjudul βPengaruh Store Atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen si Eva Bakery Gresikβ. Hipotesis yang penulis rumuskan dalam penelitian ini adalah bahwa Store Atmosphere yang terdiri dariexterior, general interior, store layout dan display interior berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di EvaBakery Gresik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang ada di Eva Bakery Gresik, dengan menggunakan 100 sampel konsumen. Alat analisis yang digunakan adalah dengan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 10 for windows. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dengan tingkat signifikan 2,5% dan uji F dengan tingkat signifikan 5%. Hasil persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 1,833 + 0,274 X1 + 0,317 X2 + 0,36 X3 + 0,100 X4 Kesimpulannya yaitu, Store Atmosphere yang terdiri dari exterior, general interior, store layout dan display interior berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan Pembelian Konsumen di Eva Bakery Gresik. 2. Helga Megawati 2008 sebelumnya telah melakukan penelitian dengan judul yang sama y aitu βPengaruh Store Atmosphere terhadap Keputusan Pembelian Kosumen Pada Butik Rumah Cintaβ. Penelitian ini menggunakan analisis koefisien rank spearman. Hasil analisi menunjukkan tanggapan konsumen terhadap pelaksanaan store atmosphere yang dilakukan ole h βRumah Cintaβ adalah setuju bahwastore atmosphere telah dilaksanakan dengan baik, begitu pula dengan analisa tanggapan konsumen bahwa mereka setuju dengan melakukan pembelian di βRumah Cintaβ. Hasil penelitian menggunakan korelasiRank Spearman Rs menunjukkan hubungan yang searah dan positif antara store atmosphere dengan keputusan pembelian konsumen. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan tabel t juga menunjukkan bahwa H ditolak, dan Ha diterima, yaitu menunjukkan bahwa ada pengaruh yang berarti antara store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memiliki kesimpulan bahwa store atmosphere dapat berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian apabila pelaksanaan store atmosphere tersebut dilaksanakan dengan baik, begitupun sebaliknya. 3. Adityas Agung Wicaksono 2012 yang dalam penelitiannya yang berjudul βPengaruh store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen Rumahku Art Cafe di Magelangβ menyimpulkan hasil dari penelitiannya yang menunjukkan bahwa store atmosphere kurang memiliki pengaruh pada pembelian pertama. Penyebabnya mungkin adalah store atmosphere hanya akan dirasakan konsumen ketika konsumen telah berada dalam sebuah kafe. sehingga pada keputusan pembelian, terutama pembelian pertama akan lebih dipengaruhi oleh hal lain. Pada penelitian ini ditemukan beberapa hal hal yang mempengaruhi pembelian seperti media komunikasi atau promosi dan faktor Rianti Pratiwi 2010 telah melakukan penelitian dengan judul βPengaruh Store Atmosphere terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Blind Cafe Bandungβ. Hasil analisis pernyataan responden terhadap store atmosphere di Blind Cafe Bandung diperoleh nilai rata- rata keseluruhan sebesar 4,01 yang berarti bahwa konsumen menganggap pelaksanaan store atmosphere pada Blind Cafe Bandung telah dilaksanakan dengan baik karena berada pada interval 3,40-4,19. Hasil penelitian yang dilakukan dengan pengujian koefisien korelasi diperoleh nilai sebesar yang menunjukkan Rank Spearman hubungan yang sangat kuat serta nilai positif yang menunjukkan searah antara store atmosphere dengan keputusan pembelian konsumen. Sedangkan besarnya pengaruh Kd store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen pada Blind Cafe Bandung sebesar 92,16% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini sebesar 7,84%. Berdasarkan analisis ujihitung tabel hipotesis , didapat t sebesar 23,75 dan t sebesar 1,679 dengan hitung tingkat kekeliruan 5%. Ini menunjukkan bahwa t lebih besar darpada ttabel, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosphere terhadap keputusan pembelian konsumen. DenganSoalpeluang dan pembahasannya 1. 17. Seorang memasuki sebuah gedung yang memiliki 5 pintu. Apabila ia tidak boleh melewati pintu yang sama saat masuk dan keluar gedung tersebut, maka banyak cara yang dapat dipilih untuk masuk dan keluar dari gedung adalah . A. 5 D. 20 B. 10 E. 25 C. 15 Penyelesaian: Misal: Ada lima pintu seperti berikut.Jikaseseorang masuk dan keluar dari pintu yang berbeda, banyak cara yang dapat ia lakukan adalah Jawaban : 7 cara untuk masuk Γ 3 cara untuk keluar. jadi ada 21 cara yang dapat di lakukan.
SebuahRumah memiliki 5 pintu. Jika seseorang masuk rumah tersebut kemudian keluar dengan syarat pintu masuk dan pintu keluar tidak boleh sama, maka banyaknya cara yang dapat dilakukan adalah? 9 cara; 10 cara; 20 cara; 25 cara; Semua jawaban benar; Jawaban: C. 20 cara
Essay 1.Sebutkan tiga prasasti yang menceritakan kerajaan kediri! 2.Dimanakah letak kerajaan singasari? 3.sebutkan minimal 3 candi peninggalan kerajaan singasari! 4.sebutkan minimal 3 raja yang pernah memerintah Kerajaan Singasari! 5.Sebutkan minimal tiga candi peninggalan kerajaan Singasari! 6.Terangkan keadaan geografis Kepulauan Indonesia pada masa Palaeozoikum! 7.Jabarkan isi dari prasasti Ciaruteun! 8.mengapa situs manusia purba Sangiran ditetapkan sebagai warisan budaya dunia? 9 Jadi banyak pilihan pintu untuk keluar rumah ada 3. Sehingga, banyak cara yang dapat dilakukan saat masuk dan keluar rumah adalah. Banyak pilihan pintu saat masuk Γ \times Γ Banyak pilihan pintu saat keluar = 4 Γ 3 =4\times 3 = 4 Γ 3 = 12 =12 = 12. Jadi, banyak cara yang dapat dilakukan ada 12 cara. Opsi yang tepat adalah C Carakeluar dari zona tersebut adalah dengan mencoba hobi baru, maka teman yang baru juga akan kamu dapatkan. Oline Tan | Miss O 20th Praktisi Self Development, Certified Mental Therapist Β· Penulis punya 642 jawaban dan 56,9 rb tayangan jawaban Β· 1 Jun .